Bedah Kampung 50 Unit, Mensos Juga Serahkan Kaki Tangan Palsu

Selasa, 28 Mei 2013


BANYUWANGI - Selain memberi bantuan modal usaha ekonomi produktif (UEP) dan jaminan hidup terhadap mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kabupaten Banyuwangi, kedatangan Menteri Sosial RI, Habib Salim Segaf Al-Juffri, juga memberikan bantuan untuk program bedah kampung. Bedah kampung ini adalah pengembangan pemberdayaan fakir miskin melalui Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH). Untuk bedah kampung ini, Mensos memberikan bantuan Rp 1,5 miliar untuk membedah 50 unit rumah, dengan nilai masing-masing KK, Rp 10 juta. Selain itu, memberikan bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube) sebanyak Rp. 300 juta.  

Mensos juga memberikan bantuan kepada Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar, sebanyak 50 orang di dua desa, sebesar Rp 120 juta. Lalu memberikan bantuan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) untuk 70 lansia, dengan nilai Rp 76.650.000. Memberikan bris, kaki palsu dan tangan palsu kepada 42 orang. Memberikan bantuan tiga unit sarana lingkungan. Total bantuan yang diserahkan dalam bedah lingkungan ada Rp 2,1 miliar.

Semua bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Senin (27/5). Kepada para penerima, Mensos mengatakan, kehadirannya di Banyuwangi karena rasa cinta kasihnya kepada masyarakat. “Kegiatan bedah kampung tidak semata menfasilitasi rumah layak huni bagi keluarga miskin dan meningkatkan perekonomian keluarga fakir miskin, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi keluarga dan berkembangnya nilai-nilai kesetiakawanan sosial di masyarakat yang dilandasi semangat gotong royong,” terang Mensos.

Selanjutnya, sebagai bentuk kepedulian yang nyata terhadap rasa cinta kepada masyarakat, Mensos bersama rombongan diantaranya Dirjen Daysos dan Gulkin, Hartono Laras, Dirjen Rehabilitasi Sosial, Samsudi dan staf khusus Mensos dan beberapa pejabat provinsi yang ikut mendampingi Mensos bermalam di rumah warga. Tujuannya, pertama ingin berdialog dengan warga untuk mendengar uneg-unegnya. Yang kedua, menunjukkan kepada masyarakat kalau pemerintah daerah dan pusat tetap memperhatikan masyarakat miskin.   

Selain bermalam, Mensos juga melanjutkan tinjau lokasi dan peletakan batu pertama pada pagi hari Selasa (28/5) sebagai tanda dimulainya bedah kampung di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah.

Sementara itu, Oasis, Koordinator penyandang cacat Kabupaten Banyuwangi, menyatakan keharuan yang luar biasa bisa bertemu dengan menteri. Apalagi mau bermalam di rumah warga dan memberi bantuan kepada penyadang cacat. Bahkan Oasis mengaku baru kali pertama mendapat bantuan untuk orang cacat dari pemerintah. “Mudah-mudahan ini akan berlanjut dan terima kasih kepada pemerintah pusat,” kata Oasis. (Humas dan Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :