Beri Kuliah Umum, Bupati Kupas Peran IT dan Pengembangan Destinasi Pariwisata
Rabu, 25 September 2013
BANYUWANGI – Ratusan mahasiswa kelas reguler pagi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Banyuwangi terlihat tekun menyimak materi kuliah umum yang disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas, Rabu (25/9). Sekolah tinggi yang punya komitmen membangun dan mendidik anak bangsa di bidang Information Technology (IT) ini menghadirkan bupati untuk sharing terkait peran IT dalam pembangunan kabupaten Banyuwangi. Menariknya, bupati mengaitkan konsep IT tersebut dengan pengembangan destinasi pariwisata yang sedang gencar dilakukan Banyuwangi.
Dalam kuliah umum yang disampaikannya, Bupati Anas mengatakan, ke depan yang dinilai hebat bukan besar atau kecilnya daerah. Bukan pula besar atau kecilnya orangnya. Tapi yang menang adalah siapa yang cepat. Dan untuk mengejar ketertinggalan, dibutuhkan IT. “IT adalah salah satu kendaraan yang kami gunakan untuk percepatan pembangunan di Banyuwangi,”tandas bupati yang mengaku tengah membangun positioning dan mengambil cara-cara baru dalam mengembangkan pariwisata Banyuwangi. Cara baru itu, ujar bupati, dilakukan agar tak menduplikasi kabupaten lain. Salah satunya dengan menjadikan eco-wisata sebagai andalan.
Lantas, bagaimana cara memadukan IT dengan pembangunan destinasi pariwisata? “Pemkab saat ini sedang membangun konsep dormitory tourism. Dormitory Tourism adalah konsep penginapan yang satu kamar terdiri atas tempat tidur bertingkat dan bisa ditempati oleh 10 orang, dengan kamar mandi diluar. Konsep ini sangat disukai para backpacker,”urai Bupati. Jumat (27/9) mendatang, Bupati akan melaunching dormitory house yang lokasinya di dekat Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam). Untuk memasarkan konsep wisata berbasis ecotourism ini, tutur bupati, cukup dikoneksikan dengan IT saja. “ Jika tidak ada yang tahu, maka tidak akan ada yang datang. Jika tak ada yang datang, maka ekonomi kreatif Banyuwangi tak akan muncul. Karena itulah kita akan gunakan IT untuk mem-blow up-nya,”jelas mantan anggota DPR RI tersebut. Selain konsep dormitory tourism, bupati juga menegaskan pihaknya tidak akan lepas dari konsep green building.Bagaimana tanaman dikolaborasikan dengan air atau kolam-kolam kecil yang akan membawa rasa sejuk ke dalam ruangan, meski tanpa AC sekalipun.
Pilihan mahasiswa STIKOM untuk menuntut ilmu di sekolah berbasis IT ini juga mendapat acungan jempol bupati. “Ini merupakan modal sosial bagi kalian. Saya minta mahasiswa STIKOM ikut berperan memajukan Banyuwangi, misalnya lewat pengembangan kampung online. Syukur-syukur kalau KKN-nya nanti bisa dikemas berbeda. Contohnya dengan melakukan pendampingan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan IT. Atau mendampingi Yu Nah dan Yu Tun yang biasa berdagang di pasar dengan kalkulator berbasis IT. Jika ini bisa dilakukan, maka ini akan menjadi sumbangan terbesar bagi Banyuwangi,”pungkas bupati.
Kesempatan itu juga tak disia-siakan para mahasiswa untuk berdialog dengan orang nomor satu di Bumi Blambangan itu. Salah satunya Ahmad Suhi yang menyampaikan keinginan para pengrajin di Banyuwangi akan adanya pasar seni untuk memasarkan dagangan mereka. Menanggapi hal itu bupati mengatakan, ke depan proyeksi untuk membangun pasar seni itu ada. Namun saat ini yang perlu dipersiapkan adalah siapa yang nantinya akan berbelanja di pasar seni itu. Karena itu bupati benar-benar akan menggodok konsepnya dengan matang, dan diupayakan tahun 2014 sudah akan berdiri pasar seni di Banyuwangi. (Humas & Protokol)