Besok, Bupati Terima Manggala Karya Kencana
Jumat, 27 September 2013
BANYUWANGI - Besok siang (28/9), Bupati Banyuwangi akan menerima penghargaan Manggala Karya Kencana. Penghargaan di bidang kependudukan ini sedianya diterima bupati di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Juni lalu. Namun karena bupati tengah menjalani umroh, penyerahan tersebut baru dilakukan saat ini. Rencananya, penghargaan akan diserahkan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK.
Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPP&KB) Muhammad Pua Jiwa, penghargaan untuk orang nomor satu di Banyuwangi itu diberikan atas dedikasinya yang tinggi dalam men-support dan menggalakkan program kependudukan dan KB. Penghargaan itu sejalan dengan dinobatkannya Banyuwangi oleh Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012 sebagai kabupaten yang program KB-nya terealisasi dengan baik. Banyuwangi berada di posisi kedua setelah Mojokerto, dan kemudian disusul Jember di posisi ketiga. Penghargaan Manggala Karya Kencana, diperoleh Banyuwangi bersama 11 kabupaten/kota lainnya. Diantaranya Pacitan,Gresik, Ngawi, Madiun, dan Pasuruan.
Menurut Pua Jiwa, ukuran keberhasilan program KB ada 2, yaitu Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total dan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP). TFR Banyuwangi sudah berada jauh di bawah rata-rata nasional dan provinsi ( TFR nasional sebesar 2,6 persen, Provinsi 2,3 persen dan Banyuwangi 2,07 persen). Sementara untuk LPP, Banyuwangi telah berada jauh pula di bawah nasional dan provinsi (Nasional 1,49 persen, Provinsi 0,76 persen dan Banyuwangi 0,45 persen).
Pua Jiwa menegaskan, capaian Banyuwangi itu harus dipertahankan dari tahun ke tahun. Caranya, ujar Pua, masyarakat yang belum ber-KB diajak untuk ber-KB. Selain itu mereka juga diarahkan untuk menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang seperti IUD, implant, Metode Operasi Pria (MOP) dan Metode Operasi Wanita (MOW). Realisasi pencapaian program KB di Banyuwangi sendiri hingga 2012, dari 24 kecamatan yang ada, telah melampaui angka 100 persen. Total prosentasenya mencapai 122,9 persen. Dari 54 ribu akseptor KB yang ditargetkan, pesertanya terlampaui hingga 64 ribu.
Kunci keberhasilan program KB, tambah Pua Jiwa, dipengaruhi beberapa hal. Antara lain komitmen tinggi dari pemegang kebijakan, dukungan camat dan kepala desa, kerjasama lintas sektoral, dan penguatan kelembagaan. Bupati Anas menempatkan KB sebagai instrumen yang penting untuk mengatur laju pertambahan penduduk. Karena itu bupati melakukan penguatan kelembagaan dengan mengubah kantor KB menjadi badan. "Ini jadi point tersendiri dalam penilaian tersebut,"beber Pua Jiwa.
Sebelum penyerahan penghargaan, paginya dilakukan pelayanan gratis MOW di Rumah Sakit Al-Huda. Sementara, secara serentak di 9 puskesmas di Kecamatan Muncar, Rogojampi, Wongsorejo, Pesanggaran, Banyuwangi dan Kalipuro juga dilakukan pelayanan semua alat kontrasepsi, termasuk juga pelayanan KB pesisir. Dan bersamaan dengan penyerahan penghargaan besok juga akan dilakukan pelayanan implant di halaman pemkab yang melibatkan 3 bus pendukung. Selain itu ada pula pameran produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). (Humas & Protokol)