BKKBN Pusat Tertarik Jadikan Banyuwangi Pilot Project Pembentukan Generasi Berkualitas
Minggu, 29 September 2013
BANYUWANGI – Penghargaan Manggala Karya Kencana resmi diterima oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, Sabtu kemarin (28/9). Penyematan penghargaan yang diberikan atas dedikasi Bupati Anas yang tinggi dalam men-support dan menggalakkan program kependudukan dan KB tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat, Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK.
Usai menerima penyematan itu, dalam sambutannya bupati mengatakan, pihaknya berusaha terus mendorong program KB bisa terlaksana dengan baik di Bumi Blambangan ini. Karena, ujar bupati, sehebat apa pun program yang dibangun pemerintah, jika jumlah penduduknya tak terkendali, akan sia-sia. “Kami membuat program subsidi gizi dan peningkatan gizi pada rakyat miskin, yang terinspirasi program yang sama yang dilakukan oleh Mexico. Namun jika mengandalkan APBD, tentulah tak akan cukup untuk meng-cover semuanya,”beber mantan anggota DPR RI itu. Oleh sebab itu, tutur bupati, pihaknya mengambil langkah untuk mendorong kesadaran publik dengan cara mendorong KUA dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di setiap kecamatan, untuk memberikan penyuluhan pra nikah dan khotbah nikah kepada calon mempelai, utamanya tentang gizi bagi keluarga.
Mendengar apa yang diungkapkan Bupati Anas, Fasli Jalal mengaku dirinya terkesan dengan upaya bupati yang memberikan perhatian serius pada program KB di Banyuwangi. “Dengan mengubah kantor KB di Banyuwangi menjadi Badan KB itu adalah hal yang luar biasa. Dengan begitu pelayanan masyarakat di bidang KB bisa lebih optimal,”pujinya.
Dengan percepatan bidang KB yang digagas bupati, lelaki yang juga guru besar ilmu gizi ini bahkan tertarik menjadikan Banyuwangi sebagai uji coba nasional Program Remaja Perencana. “ Apalagi Banyuwangi sudah memiliki kader Pusat Informasi dan Konseling (PIK) yang anggotanya terdiri atas remaja, mahasiswa, serta kader kependudukan dan KB. Kita memang perlu membentuk generasi berkualitas, yakni generasi yang punya perencanaan, yang percaya diri, yang mampu bersaing dimana pun dia berada. Apa yang ke depan akan kita lakukan?,”tanyanya.
Menurut Fasli, generasi muda perlu diberi pengetahuan kompetensi yang sesungguhnya. “BKKBN akan menyasar semua SMA/SMK dan institusi negeri maupun swasta, untuk melatih tokoh-tokoh yang dimiliki lembaga itu secara khusus. Nantinya merekalah yang akan menanamkan pada anak-anak muda agar tak terjerumus pada hal-hal yang tak diinginkan, seperti seks bebas dan narkoba, yang keduanya berujung pada terjangkitnya HIV/AIDS,”terangnya. Dan di setiap lembaga tersebut juga akan dibentuk tutor sebaya, dimana yang akan direkrut adalah anak-anak yang paham psikologi, di samping penguatan terhadap guru Bimbingan Konseling (BK).
Tidak itu saja, BKKBN juga akan mengadakan pendampingan sejak bayi masih dalam kandungan. Sel otak bayi terbentuk sebanyak 250 ribu per menit pada saat kehamilan. Jika ada masalah pada ibu yang mengandungnya, seperti punya pikiran yang berat setelah bertengkar dengan suaminya, sel itu tidak jadi terbentuk. Untuk menjaga agar janin tersebut tetap tumbuh dengan baik, maka kadernya akan dilatih khusus. "Hak mereka harus dipenuhi hingga berumur 5 tahun berupa kepastian gizi, pelayanan kesehatan, dan mendapatkan pendidikan usia dini. Setelah lepas dari usia tersebut, mereka juga didampingi hingga memasuki usia remaja dan tahapan siap menikah. Sebelum menikah, mereka dibekali dengan pengetahuan sex education sesuai norma agama, dan bagaimana menjaga agar gizi keluarga bisa terpenuhi. Demikian seterusnya, siklus pendampingan akan terus dijaga. “Banyuwangi cukup pantas untuk kami jadikan pilot project program ini. Ini untuk membantu agar beban negara yang besar saat ini bisa teratasi dengan munculnya generasi muda berkualitas,”tegas Fasli disambut tepuk tangan audiens.
Kegiatan yang diselenggarakan di halaman Pemkab Banyuwangi ini juga dihadiri oleh Deputi BKKBN Subagyo Ali Moeso, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi, Forum Pimpinan Daerah, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Sekkab Slamet Kariyono. Selain itu juga pejabat komponen pemkab, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para kader PIK se- Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan itu BKKBN menyerahkan pula bantuan berupa Bina Keluarga Balita (BKB) Kit untuk Dasa Wisma Melati, Kecamatan Giri, Alat Teknologi Tepat Guna (ATTG) berupa alat sablon untuk PIK Remaja, Obgyn Bed untuk UPTD Puskesmas Gendoh, Kecamatan Sempu dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kit.(Humas & Protokol)