BP3 Banyuwangi Wisuda 19 Pilot Baru

Kamis, 28 April 2016


Banyuwangi - Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Banyuwangi terus menghasilkan pilot-pilot baru. Kamis pagi (28/4), bertempat di halaman BP3 Banyuwangi yang berada di komplek Bandara Blimbingsari, telah resmi diwisuda 19 pilot baru.

Para pilot tersebut tepatnya 11 orang pilot merupakan program penerbangan non diploma angkatan ke-IV dari Provinsi Papua dan Papua Barat. Sedangkan delapan pilot lainnya merupakan peserta program Private Pilot Lisence (PPL) Polisi Udara.

Para pilot tersebut telah menempuh pendidikan selama 18 bulan dan mengantongi 180 jam terbang. Wisuda tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan Wahju Satrio Utomo. Selain meneguhkan komitmen para pilot terhadap NKRI, Wahju juga mengapresiasi atas perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi atas keberlangsungan sekolah pilot negeri tersebut.

"Kami juga sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian Pemda Banyuwangi pada BP3," ungkap Wahju. Wahju mengungkapkan Banyuwangi telah menghibahkan tanahnya di Bandara Blimbingsari seluas 2,5 Ha untuk pembangunan sekolah pilot tersebut. Selain itu, Pemkab Banyuwangi dinilai memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan bandara.

"Pemkab sangat berkomitmen dalam mengembangkan bandara ini. Berkat upaya keras pemkab, run way telah diperpanjang. Sebentar lagi juga akan bisa diterbangi pada malam hari. Ini tentu sangat baik untuk pendidikan. Jadi tidak harus kemana-mana lagi," tuturnya.

Terkait pengembangannya, BP3B menargetkan dapat meluluskan 100 pilot per tahunnya. Saat ini, BP3 Banyuwangi masih memiliki sembilan pesawat latih dan empat pesawat lainnya sebagai cadangan. Pada tahun ini, menurut Wahju, BP3 Banyuwangi akan menggenapi pesawat latihnya menjadi 20 buah. "Kita akan tambah pesawatnya menjadi 20 buah. Target kami setiap pesawat dapat menghasilkan 5 orang pilot. Jadi, dalam setahun bisa mewisuda seratus orang pilot," harap Wahju.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko yang hadir pada acara wisuda tersebut mengaku bangga bisa menjadikan Banyuwangi bagian dari pengembangan dunia penerbangan Indonesia. "Tentu, kami bangga bisa menjadi bagian dalam dunia penerbangan negeri ini. Kita akan terus dorong kemajuan ini. Selain itu, kita juga mendorong putra-putri Banyuwangi bisa ambil bagian," pungkasnya.

Dalam wisuda tersebut disebutkan Restiana Zakiya (20) dari Kabupaten Kaymana, Papua Barat keluar sebagai wisudawan terbaik. Satu-satunya wisudawan perempuan tersebut langsung mendapat peluk hangat dari keluarganya yang datang langsung pada acara wisuda tersebut. "Semoga bisa berkontribusi untuk kemajuan Papua," harap Luqman La Ali (52) ayahanda Restiana. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :