BPBD Gelar Bimtek Fasilitator Desa Tangguh Bencana
Jumat, 9 Mei 2014
BANYUWANGI - Sebagai kawasan yang memiliki daerah rawan bencana, Kabupaten Banyuwangi menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya, menyiapkan tenaga tanggap bencana melalui bimbingan teknis fasilitator desa tangguh bencana. Kegiatan yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini berlangsung di Aula Hotel Mirah, Kamis (8/5).
Kepala Pelaksana BPBD Kusiyadi mengatakan, kegiatan bimtek fasilitator desa Tanggap Bencana diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari 12 Desa terdekat dengan daerah rawan bencana. Seperti desa-desa di seputar Gunung Raung, Gunung Ijen dan wilayah pesisir di Kecamatan Pesanggaran. “Pesertanya terdiri atas tokoh masyarakat setempat dan perangkat desa,” ujar Kusiyadi.
Kegiatan bimbingan teknis ini, lanjut Kusiyadi sebagai langkah awal penyiapan personil untuk pembentukan desa tangguh bencana. Peserta diantaranya diberikan bimbingan dan pelatihan bagaimana menghindari dan menghadapi bencana . “Mereka juga diberi pembekalan bagaimana menjadi fasilitator pembentukan desa tanggap bencana di desanya masing-masing dan mampu nmentransformasikan pengetahuan penanggulangan bencana kepada warga desa,” imbuh Kusiyadi.
Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono mengatakan bencana alam adalah sebuah fenomena yang tidak bisa ditolak kedatangannya. Apalagi di Abnyuwangi banyak daerah-daerah yang rawan bencana. Namun ada langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk menghindari jatuhnya korban jiwa maupun materi. Salah satunya dengan ketanggapan warga setempat dalam menghadapi bencana. “ Jika warga desa sudah terlatih untuk menghadapi bencana maka penanganan akibat bencana akan lebih cepat dan jatuhnya korban jiwa serta harta benda dapat diminimalisir,” tutur Wiyono.
Wiyono berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan bimbingan teknis fasilitator desa tangguh bencana dengan baik dan tuntas. Sebab merekalah yang akan menjadi garda terdepan dalam membentuk desa tanggap bencana. “Tidak hanya desa tanggap bencana juga diharapkan bisa membentuk sekolah-sekolah tanggap bencana,” pinta Wiyono. (Humas Protokol)