Buka Bersama Lurah dan Camat, Bupati Jaring Aspirasi Masyarakat

Selasa, 30 Juni 2015


BANYUWANGI – Setelah mengawali safari Ramadhannya dengan menggelar buka bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kantor Kecamatan Rogojampi, Minggu (28/6), Bupati Anas kembali menghelat acara serupa bersama ratusan camat, kepala desa dan lurah se- Banyuwangi beserta perangkat dan keluarganya di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (29/6).

Bupati Anas mengatakan buka bersama tersebut tidak ada tujuan khusus. Bupati hanya ingin bersilaturahmi dengan para pelaku birokrasi di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan ini.  “Acara ini murni buka puasa bersama saja. Sekalian saya ingin silaturahmi  untuk menjalin kekompokan di lintas birokrasi. Kalau tidak dibuatkan acara semacam ini, kita pasti sulit bisa berkumpul. Padahal, dengan bertatap muka mungkin saja ada ide-ide dari camat maupun kepala desa yang bisa disampaikan,” ujar Bupati Anas. 

Buka bersama yang juga dihadiri Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Sekkab Slamet Karyono serta pejabat teras pemkab tersebut berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Sembari menunggu waktu berbuka, para undangan disuguhi tausiyah Ustadz Syaifuddin Zuhri yang mengingatkan tentang keutamaan bulan ramadhan serta senantiasa menghormati kedua orang tua.

Setelah menyantap sajian berbuka puasa, para undangan diajak berdialog bersama Bupati Anas dan Sekkab Slamet untuk menyampaikan uneg-uneg nya. Kesempatan pertama diberikan kepada ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB), Agus Tarmidzi, untuk menyampaikan aspirasinya. Agus langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mewakili aspirasi anggotanya tentang pencairan Alokasi Dana Desa (ADD). Menurutnya, menjelang lebaran seperti sekarang ini dia dan anggotanya punya beban lebih karena harus menyiapkan bingkisan bagi perangkatnya. “Kades punya tanggung jawab besar kepada anak buah, apalagi menjelang lebaran mereka pasti mengharapkan parcel. Anggaran sudah cair atau belum, mereka tidak bakal mau tahu, yang penting mereka dapat bingkisan lebaran. Jadi, saya berharap ada anggaran yang dicairkan,” pinta Agus kepada Bupati Anas.

Menanggapi Agus, Bupati Anas menyampaikan anggaran memang tetap harus dipantau dan dikontrol pencairannya. Pencairan anggaran memang dilakukan bertahap agar janji kades kepada masyarakat saat mereka kampanye dulu juga bisa dapat terealisasi. “Untuk ini setiap kepala desa harus membuat rancangan kegiatan anggaran sesuai prioritasnya. Agar bisa cepat pencairan desa harus tepat waktu menyelesaikan administrasi pencairan,” kata Bupati Anas.

Selanjutnya, giliran Lurah Kampung Mandar, Bambang Purwanto, menyampaikan uneg-unegnya terkait sampah di pantai boom dan kenaikan insentif RT/RW di wilayahnya. Dikatakan Bambang, pengangkutan sampah di Pantai Boom sering telat sehingga seringkali sampah tampak menggunung di beberapa titik. “Kami minta agar daerah kami diberi kendaraan Tossa. Kendaraan ini akan kami gunakan untuk mengangkut sampah-sampah itu, sehingga kebersihan di Pantai Boom lebih terjaga. Yang kedua saya juga dapat titipan salam untuk insentif RT dan RW,”  kata Bambang sembari senyum-senyum.

Menjawab usulan Lurah Kampung Mandar, Bupati Anas berjanji akan menaikkan insentif RT/RW melalui peraturan bupati. “Insentif RT/RW akan saya naikkan, tetapi nanti akan ada perbub khusus yang isinya ketentuan dan syarat untuk menjadi RT/RW. Sehingga jabatan ketua RT/RW tidak bisa diturunkan atau diwariskan,” kata Bupati Anas.

Terkait pengadaan kendaraan Tossa, permintaan ini masih perlu dikaji terlebih dahulu, kalau memang diperlukan akan diusulkan. (Humas & Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :