Buka Musabaqoh Antar Ponpes Ke-16, Bupati Anas janjikan Beasiswa Kuliah Bagi Sang Juara

Sabtu, 16 Mei 2015


TEGAL DLIMO- Acara pembukaan Musabaqoh antar pondok pesantren (ponpes) ke-16 yang digelar oleh Rabithah Ma’ahidil Islamiyah (RMI) Kabupaten Banyuwangi tadi malam, Jumat (15/5) berlangsung  meriah dengan kehadiran Bupati Abdullah Azwar Anas.  Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fadl, Kampung 10, Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo hingga Minggu mendatang (17/5).

Musabaqah antar ponpes ini diikuti oleh 2.500 peserta dari 300 ponpes yang tergabung dalam RMI. Ajang ini menyuguhkan 27 jenis perlombaan, diantaranya lomba khitobah bahasa Indonesia, Arab dan Inggris; Lomba baca kitab salaf atau kitab kuning; Lomba muhafadoh (imrity dan alfiyah), tahfidzul Quran, cerdas cermat, qiroah, kaligrafi, dibaiyah, dan Lomba Jasmani yang meliputi bola voli, tenis meja, futsal, dan badminton.

Bupati Anas sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang digelar dua tahun sekali tersebut. Menurutnya, acara Musabaqoh ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk mencetak generasi muda yang multi talenta. “Acara seperti ini bagus untuk terus dilaksanakan. Ini bisa jadi ajang berkumpulnya anak-anak muda yang hafal alqur’an. Luar biasa sekali saya kira. Dengan banyaknya kegiatan yang dilombakan, bisa menjadi tempat untuk menjaring anak-anak yang multi talenta, tidak hanya pintar akalnya tapi juga agamanya serta banyak kemampuannya. Saya bisa pidato seperti sekarang ini juga karena dulu sering ikut lomba khitobah di pesantren, ya dalam acara yang semacam ini, “ ujar Bupati Anas.

Selanjutnya, untuk memotivasi para peserta, Bupati Anas menjanjikan reward yang sangat menarik. “Kami akan memberikan beasiswa kuliah sampai selesai untuk  juara I. Utamanya untuk hafidz/hafidzah. Saya kira ini adalah hadiah yang tepat, “ ucapnya.

Mendengar itu, Diana Ningrum, peserta dari ponpes Al Anwari mengaku menjadi semakin bersemangat mengikuti lomba. “Saya senang sekali kalo ada beasiswanya. Saya akan menunjukkan penampilan terbaik saya dan ingin jadi juara pertama. Meskipun awalnya saya ikut lomba hanya untuk mencari pengalaman saja,” terangnya.

Selain musabaqoh antar ponpes ini, dalam waktu dekat Banyuwangi juga bakal menggelar kegiatan lain yang bertajuk religi, seperti MTQ se- provinsi jawa Timur dan Festival santri. (Humas&Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :