Bulan Agustus, Banyuwangi Deflasi 0,14 Persen

Selasa, 27 September 2016


BANYUWANGI - Setelah pada bulan Juli 2016 lalu mengalami inflasi, Kabupaten Banyuwangi mengalami deflasi pada Agustus. Deflasinya sebesar 0,14 persen.

Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS cabang Banyuwangi, Mulyono mengatakan hal ini dikarenakan terjadinya penurunan harga pada berbagai komoditas kebutuhan pokok setelah mengalami kenaikan di momen lebaran lalu. "Jika bulan sebelumnya terjadi inflasi sebesar 0,43 persen, maka Agustus lalu Banyuwangi alami deflasi,” ujar Mulyono dalam rapat bulanan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Banyuwangi, Kamis, (22/9).

Mulyono melanjutkan, deflasi Banyuwangi  terjadi karena adanya penurunan permintaan pada beberapa komoditas bahan pangan dan kebutuhan lainnya. Ini, imbuh dia, juga menunjukkan komoditas tersebut stoknya masih tersedia di pasaran.

Komoditas tertinggi yang mempengaruhi deflasi secara berturut turut adalah daging ayam ras dan tempe. “Daging ayam ras dan tempe menyumbangkan penghitungan deflasi terbesar bagi Banyuwangi. Ini karena pada bulan Juli permintaan pasar akan ayam ras dan tempe sangat tinggi, kemudian bulan Agustus langsung turun karena memang momen lebarannya telah usai,” terang Mulyono.

Selain daging ayam ras dan tempe, lanjutnya faktor penyumbang deflasi lainnya adalah tarif pulsa ponsel, tongkol pindang dan telur ayam ras.

Bulan September ini, Mulyono memprediksikan akan terjadi inflasi namun masih terkontrol. Mulyono memperkirakan beberapa komoditas yang berpeluang memberikan andil di antaranya bawang merah, dan bawang putih.

“Karena dibulan September ada momen lebaran haji. Pengamatan kami ketersediaan bawang merah dan bawang putih menurun, sedangkan kemungkinan permintaannya meningkat. Ini akan menjadi salah satu faktor penyebab inflasi,” ujarnya.

Sedangkan untuk cabe rawit dan cabe merah dari hasil pengamatan BPS akan mengalami fluktuatif baik dari segi harga maupun ketersediaan dan permintaannya. “Tapi untuk saat ini masih aman ketersediannya,” cetus Mulyono.

Sementara itu Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Agus Siswanto mengatakan Pemkab akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menjaga ketersediaan komoditas pokok masyarakat seperti beras, bawang merah, ayam ras daging sapi. Karena komoditas tersebut memberikan andil yang besar bagi penghitungan inflasi daerah.

“Kami melalui TPID melakukan sinergi dengan stakeholder terkait salah satunya Bulog. Disperindagtam Banyuwangi juga terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan barang dipasar untuk menghindari kelangkaan komoditas,” ujarnya. (humas)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :