Bulan Ramadhan Momen Meningkatkan Toleransi Antar Umat Beragama

Rabu, 1 Juli 2015


BANYUWANGI – Bulan ramadhan menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama di Banyuwangi. Hal ini nampak dari sarasehan yang diikuti para tokoh lintas agama, menjelang waktu berbuka puasa di Pendopo Sabha Swagata, Selasa (30/6).

Pada sarasehan tersebut hadir para tokoh agama dari organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad, Tokoh agama Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Suasana yang harmonis juga nampak dari para undangan lintas agama yang saling berbaur dan duduk bersama di lantai Pendopo.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) M. Yamin, LC mengatakan, para tokoh agama di Banyuwangi mengusulkan padanya untuk menggelar sarasehan di momentum bulan ramadhan  ini. Acara yang juga berlanjut dengan acara buka puasa bersama ini digelar untuk menjadi teladan bagi masyarakat tentang toleransi beragama di Banyuwangi.

“Alhamdulillah kehidupan beragama sampai saat ini di Banyuwangi terjalin dengan penuh kerukunan dan toleransi.  Kami di FKUB selaku tokoh agama bersama pemerintah juga senantiasa menjaga kekompakkan untuk mendukung pembangunan di Banyuwangi. Melalui acara ini kita ingin masyarakat melihat indahnya toleransi dan kebersamaan di dalam perbedaan,” kata Yamin.

Yamin melanjutkan, pertemuan lintas agama kali ini juga terasa istimewa karena digelar di Pendopo Kabupaten. Sebab biasanya  di setiap pertemuan lintas agama justru Bupati yang selalu menyambangi ke tempat-tempat ibadah lintas agama secara bergantian. “Namun khusus di bulan ramadhan ini teman-teman di FKUB mengusulkan agar sarasehan digelar di Pendopo. Kami ingin gantian menyambangi Bupati dan merasakan kebersamaan di Pendopo kenbanggaan masyarakat Banyuwangi ini,” imbuhnya.

Sementara itu Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono menambahkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama menjadi salah satu kunci penting dalam keberhasilan pembangunan di Banyuwangi. “Mari bersama sama kita jaga kerukunan dan toleransi untuk mewujudkan Banyuwangi yang maju dan sejahtera,” ajak Wiyono. (Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :