Bupati Abdullah Azwar Anas Tokoh Perubahan Tahun 2014
Senin, 4 Mei 2015
Dinilai Tulus Jadi Motor Penggerak Perubahan
JAKARTA - Pada akhir masa jabatannya, Bupati Abdullah Azwar Anas meraih penghargaan bergengsi tingkat nasional. Harian Umum Republika menganugerahkan penghargaan Tokoh Perubahan 2014 kepada Bupati Anas pada Kamis malam (30/4) di Djakarta Theatre, Jakarta.
Penghargaan diberikan kepada Bupati Anas karena dianggap memiliki komitmen tinggi untuk memajukan pembangunan Banyuwangi. Kerja keras itu dibuktikan dengan capaian pembangunan yang diraih Banyuwangi dalam empat tahun terakhir.
Selama kepemimpinan Bupati Anas, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi terus melejit dan menjadikan Banyuwangi sebagai daerah pertumbuhan ekonomi baru di Jatim. Selain berhasil mengangkat pertumbuhan ekonomi Banyuwangi, penghargaan itu diberikan kepada Bupati Anas yang sukses mengentas kemiskinan.
Pada tahun pertama Bupati Anas menjabat, angka kemiskinan warga Banyuwangi tercatat di angka 20 persen. Sedangkan pada tahun keempat, Bupati Anas berhasil mengurangi kemiskinan menjadi sembilan persen saja.
Pemimpin Redaksi Republika, Nasihin mengatakan, kerja tanpa ketulusan adalah tindakan melelahkan tanpa hasil. Karena itu, ketulusan menjadi kata kunci untuk menilai setiap hasil kerja. “Banyak orang yang bisa kerja, tapi tidak banyak yang mendasarkan pekerjaannya atas ketulusan untuk memberikan manfaat pada kehidupan. Mereka yang mendasarkan pekerjaan pada ketulusan adalah sosok hebat yang pantas diteladani,”kata Nasihin.
Dari mereka kita bisa mendapatkan banyak inspirasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan. Mereka juga menjadi motor penggerak untuk menjadikan hidup yang lebih baik. Setiap jengkal peningkatan kualitas hidup adalah bentuk perubahan yang sangat diharapkan semua manusia.
Sosok yang telah berhasil membuktikan ketulusan kerjanya pada masyarakat adalah unsur yang sangat penting bagi kemajuan bangsa ini. Republika sangat menghargai setiap perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Mereka sangat pantas untuk mendapatkan apresiasi atas jasanya memajukan Indonesia. Sebagai bentuk terima kasih untuk mereka yang telah bekerja dengan tulus dalam mendorong perubahan, setiap tahun Republika mempersembahkan anugerah Tokoh Perubahan.
Tradisi penganugerahan Tokoh Perubahan ini telah bberlangsung sejak 2005. “Kami sangat mengharapkan upaya ini bisa mendorong semangat kepada para tokoh yang telah berjasa besar bagi kehidupan untuk terus melanjutkan kerja penuh ketulusan,”ungkapnya.
Hasil karya mereka akan menjadi motivasi untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Sebagai apresiasi atas konsistensi niat baik dan perubahan yang telah mereka lakukan, tambah Nasihin, Republika menganugerahkan penghargaan Tokoh Perubahan 2014 kepada sosok-sososk luar biasa ini.
Selain Bupati Anas, tokoh lain yang mendapat anugerah Tokoh Perubahan Republika 2014 adalah penggagas gerakan One Day One Juz, Bhayu Subrata dan Pratama Widodo; Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin; Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah; dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Keenam Tokoh Perubahan Republika 2014 ini telah membuktikan kiprah berharga dalam kerangka memajukan bangasa. Penganugerahan diberikan Direktur Umum Republika, Erick Thohir dan dihadiri sejumlah pejabat dan kalangan profesional.
Tidak hanya pejabat negara, delegasi komunitas muslim Amerika Serikat juga hadir. Lima delegasi tersebut adalah profesional-profesional muslim AS. Mereka adalah perwakilan khusus untuk Komunitas Muslim Kementerian Luar Negeri AS, Shaarik Zafar, CEO Ethan Allen Furniture, Farooq Kathwari, dan Direktur Lembaga Komunikasi Outreach Strategists, Mustafa Tameez.
Selain itu, ada pula Peneliti Study of Terrorism and Responses to Terrorism (START) Universitas Maryland, Alejandro Beutel; Founder Lembaga Pendidikan Bayan Claremont, Jihad Turk; dan Imam Besar Masjid New York, Shamsi Ali.