Bupati Ajak Dewan Hakim MTQ Dinner di Pantai Boom

Jumat, 29 Mei 2015


Tepati Janji Kenalkan Pariwisata Banyuwangi

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menepati janjinya untuk memperkenalkan lebih dekat pariwisata Banyuwangi kepada para dewan hakim Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVI. Para dewan hakim tersebut langsung diajak menikmati dinner di di Pantai Boom, salah satu destinasi wisata Banyuwangi yang lokasinya berada di tengah kota Banyuwangi.

Suasana pantai yang  lengkap dengan payung-payung merah di tepiannya menjadi background makan malam yang digelar di amphitheatre Pantai Boom tersebut. Iringan musik padang pasir yang dibawakan grup band Mayami makin melengkapi suasana hangat malam itu.

Kepada para tamu yang hadir, Bupati Anas menceritakan kondisi awal Pantai Boom yang semula kumuh, menebarkan bau tak sedap, dan banyak sampah berserakan. “Dulu tempat ini tak nyaman dipandang. Banyak warung yang sengaja buang sampah langsung ke laut. Belum lagi lampu penerangannya yang kurang, sehingga malam hari sering dijadikan sebagai tempat mesum. Kami nyaris hopeless, ingin menata langsung, tapi tempat ini bukan domain kami melainkan domain PT Pelindo III,” kata Bupati Anas.

Hingga kemudian terbersit keinginan untuk bekerjasama dengan PT Pelindo III untuk sama-sama membangun pantai yang terkenal dengan warna pasirnya yang hitam ini, akhirnya wajah Pantai Boom berubah total. “Sekarang beginilah suasana Pantai Boom, sebagaimana yang bapak ibu nikmati sekarang. Ada taman, amphitheatre, dan pedagang-pedagang yang terlokalisir di satu tempat serta sudah tertata rapi. Ke depan kami akan terus bertransformasi untuk menciptakan Banyuwangi yang lebih baik,” terang Bupati Anas.

Dewan hakim MTQ juga tak mau ketinggalan. Salah seorang dewan hakim, Faiz Abdurrozaq menyatakan rasa salutnya atas berbagai upaya yang ditempuh Bupati Anas untuk memajukan Banyuwangi. “Kami juga merasa sangat tersanjung ikut diajak menikmati perubahan yang Bapak buat dan dijamu luar biasa seperti ini,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, para Dewan Hakim juga dipersilahkan untuk ikut bernyanyi. Selain nyanyi bareng lagu ‘Shuwaiyya....Shuwaiyya’ dan ‘Magadir’, Ustad Sunar, salah seorang dewan hakim juga menyumbangkan suara emasnya lewat  puisi berjudul ‘Pelabuhan Hati’. Saking terhanyutnya membawakan puisi karya Zulkhan Ma’ruf itu, Ustad Sunar sampai meneteskan air mata haru. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :