Bupati Ajak Tokoh Agama Aktif Atasi Kenakalan Remaja
Selasa, 13 Oktober 2015
BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta para tokoh agama berperan aktif mengatasi permasalahan kenakalan remaja yang semakin menghawatirkan di kota The Sunrise of Java ini. Hal ini disampaikan Bupati Anas saat menghadiri halaqoh yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi, di Pendopo Kabupaten, Selasa (13/10).
Anas mengatakan, saat ini, problem kenakalan remaja semakin kompleks dan mengkhawatirkan. Tidak hanya kenakalan remaja yang umum seperti tawuran antar pelajar, kini kekerasan seksual oleh pelajar juga sudah terjadi. Yang lebih memprihatinkan kenakalan ini tidak hanya terjadi pada pelajar di sekolah umum bahkan banyak ditemui di sekolah-sekolah agama.
“Data yang kami terima, lebih dari separuh problem kekerasan seksual remaja ini dijumpai justru di sekolah-sekolah agama seperti tsanawiyah dan aliyah. Bahkan, kasus narkoba juga sudah ditemukan di ponpes,” kata Bupati Anas.
Fakta ini memang mengejutkan tapi bukan berarti harus ditutupi, justru harus segera disikapi dengan langkah konkret dari para tokoh agama. “kita harus mengambil solusi yang tidak sekedar dipidatokan tapi benar-benar diterapkan di yayasan dan pondok pesantren (ponpes) masing-masing,” kata Anas.
Dicontohkan Bupati Anas, langkah nyata tersebut bisa dengan mengadakan pertemuan rutin antara pengurus yayasan/ponpes dengan orang tua khusus membicarakan kemungkinan perilaku anak-anak di luar rumah. “Apalagi kalau di ponpes, mereka kan jauh dari orang tua. Makanya kita sangat membutuhkan tokoh agama untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat hingga ke level bawah,” imbuhnya.
Selain masalah kenakalan remaja, masalah peredaran minuman keras dan tempat-tempat hiburan malam yang menyalahi aturan juga menjadi perhatian bupati. Ia meminta ormas Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan LDII bersatu mendampingi pemerintah untuk mengontrol peredarannya.
“Jika ada tempat karaoke yang beroperasi hingga lewat tengah malam, tidak harus selalu kami yang harus bertindak. Tokoh agama juga bisa langsung menangani. Namun jangan sampai dengan cara kekerasan, cukup diberitakan melalui media atau melakukan audiensi dengan pejabat terkait,” ujar Bupati Anas.
Selain itu, bupati juga berpesan agar para tokoh agama mampu menjadi agen motivasi bagi masyarakat agar bisa hidup hemat. “Saya titip pesan tolong masyarakat diajak berhemat, karena sekarang ini secara umum perekonomian nasional sedang melambat. Kalau tidak terpaksa, ingatkan mereka agar tidak tergiur hutang agar tidak mengalami kesulitan,” pungkas nya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Djafri Yusuf mengatakan halaqoh ini dilakukan untuk menjalin kebersamaan dan persatuan antar tokoh lintas agama di Banyuwangi. Dihadiri 200 peserta, halaqoh ini di pandu oleh dua nara sumber yakni ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Banyuwangi KH. Moch Yamin dan dr. H. Muchlis. (Humas Protokol).