Bupati Anas Ajak LDII Ikut Promosikan Daerah

Kamis, 21 Desember 2017


Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta organisasi keagamaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ikut mempromosikan dan mensukseskan program-program pemerintah daerah. Hal ini disampaikan Anas saat membuka seminar wanita LDII yang digelar di Pendopo kabupaten, Rabu (20/12).

Anas menyampaikan, Banyuwangi saat ini sudah berkembang pesat dan dikenal baik di dalam maupun luar negeri. Beragam prestasi telah banyak diraih. Diantaranya, Banyuwangi dinobatkan sebagai juara pertama kategori Innovation in Public Policy and Governance (Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan) pada UNWTO Award yang digelar di Madrid, Spanyol, awal tahun lalu. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Banyuwangi tahun 2016 meraih nilai terbaik dari Kementerian PAN-RB, dan menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang memperoleh predikat A.

Baru-baru ini, Banyuwangi juga meraih Anugerah Dana Rakca dari Kementerian Keuangan sebagai daerah berkinerja pengelolaan keuangan terbaik. Ditambah lagi, konektivitas yang kian terbuka lebar dengan adanya penerbangan langsung (direct flight) dari Jakarta menuju Banyuwangi, dan Banyuwangi menuju Jakarta.

Hal tersebut, lanjut Anas, membuat banyak pihak berbondong-bondong datang ke Banyuwangi. Mulai institusi pemerintah, swasta, hingga turis manca negara. Dari yang hanya sekedar pelesir,  sampai yang ingin belajar/ studi tiru.

“Namun demikian, hal ini jangan lantas membuat lengah. Kita harus tetap bergotong royong dan bekerja keras mempromosikan daerah. Salah satunya, dengan menjaga kebersihan dan ketertiban agar tamu-tamu ini nyaman dan kerasan di Banyuwangi. Oleh karena itu, saya minta LDII ikut mempromosikan daerah,” kata Anas.

Salah satu yang bisa dikerjakan, imbuh Anas, ikut dalam upaya penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi hingga 24 jam. PKL ini, menjadikan lapaknya sekaligus sebagai tempat tinggal. Sehingga, terkesan kotor, kumuh, dan menganggu keindahan kota.

“Maka, permasalahan ini harus diselesaikan. Kami sudah melakukan dialog dengan mereka, alhamdulillah sebagian responnya baik. Saya minta, LDII ikut membantu mengkomunikasikan kepada mereka. Agar PKL tidak siang malam tinggal di situ (lapak). Masak sih nyuci baju, piring, dan tidur juga di situ. Padahal rumah mereka bagus-bagus,” pinta bupati 44 tahun tersebut.

Selain itu, bupati lulusan Harvard University ini juga menyampaikan pentingnya peran seorang ibu bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, dia pun menghimbau para ibu anggota organisasi kewanitaan LDII yang hadir dalam seminar tersebut agar selalu mendampingi buah hatinya. Memastikan kualitas asupan gizi, lingkungan dan pergaulan yang baik, juga memberikan bekal ilmu agama yang kuat. Sehingga, kelak menjadi generasi muda berkualitas dan berahlak mulia.

“Generasi muda seperti inilah yang dibutuhkan daerah dan negara agar bisa semakin maju dan berkembang. Generasi berkualitas yang peka dan inovatif menciptakan perubahan,” ujar Anas.

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga membeberkan sederet capaian Banyuwangi dalam enam tahun terakhir. Diantaranya, peningkatan ekonomi yang terlihat dari peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi. PDRB meningkat dari Rp32,46 triliun pada 2010 menjadi Rp 66,34 triliun pada 2016. Pendapatan per kapita warga juga melonjak dari Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun.

“Angka kemiskinan turun dari 20,09 persen di tahun 2010, menjadi 8,79 persen di 2016. Begitu juga dengan pengangguran terbuka yang turun dari 6 persen, menjadi 2,55 persen di tahun yang sama. Ini artinya, kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat. Namun demikian, saya terus mengajak seluruh warga Banyuwangi untuk bersama-sama kerja keras untuk membangun Banyuwangi semakin baik,” tutupnya. (*)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :