Bupati Anas Dorong Kantor Kecamatan Jadi Rumah Kreasi Warga
Selasa, 7 Juni 2016
BANYUWANGI – Seiring telah diluncurkannya program Smart Kampung, Banyuwangi terus mendorong aparat pemerintahannya meningkatkan kinerja pelayanan publiknya. Bukan hanya itu, para birokrat diminta bisa menjadikan kantor kecamatan dan balai desa sebagai tempat tumbuhnya kreasi para warga.
Hal itu disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memberikan arahan terkait pelayanan publik kepada seluruh sekretaris kecamatan (Sekcam) Senin (6/6), di Ruang Rempeg Jogopati.
Dikatakan Bupati Anas, saat ini urusan publik tidak sekedar masalah pelayanan pelayanan administrasi, namun kepastian terhadap pelayanan juga telah menjadi tuntutan bagi publik.
“Sebagai pelayan publik, saat ini kita sudah semestinya melayani masyarakat dengan maksimal. Misalnya saat mengurus KTP atau surat- surat yang lainnya, harus ada kepastian. Mulai kepastian persyaratan, hingga lama pengurusannya,” ujar Bupati Anas.
Dalam melakukan pelayanan, Anas juga meminta para aparat tersebut untuk bersikap ramah. "Rakyat sebagai konsumen kita hendaknya disapa dan dilayani dengan ramah. Jelaskan dengan baik bila mereka belum paham urusan yang ditanyakan," ujar Anas.
Selain memberikan pelayanan publik, Bupati Anas juga mengharapkan kantor kecamatan bisa menjadi pusat kreativitas bagi warga. Kriteria pemberdayaan ekonomi dalam program ”Smart Kampung” telah menjadikan kantor desa dan kecamatan sebagai pusat ekonomi produktif yang difasilitasi pelatihan dan pemasarannya oleh pemerintah daerah, seperti batik dan produk olahan pertanian.
“Bukan hanya bali desa yang kami dorong menjadi pusat kegiatan warga. Kantor-kantor kecamatan juga harus dibuat menjadi ajang berkreasi bagi para remaja dan pemuda dengan memanfaatkan IT yang ada. Yang pelajar bisa mengakses internet untuk menambah wawasan, yang UMKM bisa browsing untuk tahu tren produk, yang bergerak di pertanian bisa akses berbagai problem dan solusi pertanian, dan sebagainya,” papar Anas.
Untuk menjadikan kantor kecamatan semacam itu, Anas meminta tata kelola ruang kantor juga harus diperhatikan. Kerapian kantor dan jaringan internet yang telah ada harus dioptimalkan. Sehingga bisa mengakomodasi kegiatan masyarakat dengan menyenangkan.
"Misalnya, tiap Jum’at bisa digelar kegiatan keagamaan lainnya. Sementara hari Sabtu, kantor kecamatan bisa dibuat sebagai tempat bagi masyarakat untuk menggelar beragam kesenian,” kata Bupati Anas. (Humas)