Bupati Anas Gelar Pertemuan dengan Para Kyai dan Ulama

Kamis, 5 Desember 2013


Dinilai Sebagai Pihak yang Punya Kontribusi Penting dalam Memajukan Banyuwangi

BANYUWANGI – Dinilai sebagai pihak yang punya kontribusi penting dalam memajukan Banyuwangi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengumpulkan para  kyai dan ulama, Rabu (4/12). Pertemuan yang digelar di Gedung KORPRI  tersebut bertujuan untuk menyatupadukan cara pandang, sikap dan gerak langkah para tokoh untuk membangun Banyuwangi yang lebih baik.

Menurut Bupati Anas, peran serta kyai dan ulama sangat urgent di tengah masyarakat. “Apa pun program yang akan pemkab gulirkan ke tengah masyarakat, kami selalu butuh dukungan kyai dan ulama untuk mensyiarkan dan melakukan pendekatan pada masyarakat,”kata bupati. Keberadaan halaqoh, ditegaskan oleh bupati, menjadi media komunikasi, kontrol dan sarana menyampaikan aspirasi yang efektif. Apalagi ke depan, lanjut bupati, program pemerintah yang akan datang tidak mungkin akan sama dengan tahun lalu. Akan terus ada inovasi-inovasi baru.

Salah satunya, Banyuwangi berupaya mendorong ekonomi kreatif tumbuh. “Saat ini pertumbuhan ekonomi Banyuwangi sudah menduduki peringkat ketiga di Jawa Timur. Ekonomi kreatif akan tumbuh jika banyak orang datang dan berinvestasi ke Banyuwangi,”tutur Bupati Anas yang menceritakan beberapa waktu lalu para kepala desa diajak studi banding ke desa wisata yang mengembangkan agro wisata kopi di Bali. Konsep desa wisata lengkap dengan potensi agro di dalamnya memang tengah  dikembangkan oleh Banyuwangi. “Kita punya Desa Wisata Kemiren yang dilengkapi dengan perkebunan kopi di daerah Kali Bendo. Pertengahan Desember ini sudah akan ada rute atau trek di Kali Bendo. Pihak perkebunan Kali Bendo pun sudah mulai mengajak masyarakat sekitar untuk berpartisipasi. Berapa banyak warga desa yang memiliki sepeda BMX sudah didata. Nantinya diproyeksikan, para wisatawan bisa menikmati sensasi wisata kebun sambil bersepeda,”terang bupati.

Namun, ujar bupati, ada efek negatif dari pariwisata yang harus diwaspadai, yakni maraknya seks bebas. “Kami menjadikan Malaysia sebagai benchmark.Malaysia ini negara yang mayoritas penduduknya muslim, tapi mampu menyajikan destinasi wisata dengan baik, dan hebatnya lagi free sex tidak tumbuh. Ini yang akan kita pelajari. Maka dari awal, yang kita tawarkan pada wisatawan bukanlah hiburan malamnya. Dan disinilah peran serta para tokoh agama dibutuhkan untuk melakukan pendekatan pada masyarakat sekitar,”pungkas  Bupati Anas dalam acara yang dihadiri sejumlah  yang berasal dari NU, Muhammadiyah, MUI, LDII, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, dan Yayasan Al-Irsyad Banyuwangi itu. (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :