Bupati Anas Gelar Rakor SKPD di Atas Kapal Fery

Selasa, 18 Oktober 2016


Banyuwangi - Memantapkan program kerja 2017, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Menariknya, rakor tersebut digelar di atas Kapal Motor Penumpang (KMP) Satya Kencana, Selasa (18/10). Rapat yang dilakukan di atas akapl fery yang menyeberangi perairan Selat Bali ini digelar pertama kali. "Ini ada filosofinya," ujar Bupati Anas sesaat bertolak dari pelabuhan Ketapang menuju pelabuhan Gilimanuk. "Kapal ini sepertinya diam, tapi kenyataannya terus bergerak. Begitu pula dengan kita (Pemkab Banyuwangi), kita sepertinya diam, di kantor saja, tetapi kita harus bergerak. Karena harapan rakyat terus bergerak," imbuhnya. Tidak hanya soal suasana baru, rapat di atas kapal laut ini juga untuk merespon program Kementerian Pariwisata yang akan mengembangkan pariwisata Banyuwangi yang dijadikan satu cluster dengan Taman Nasional Bali Barat. "Ini kita menjajal merasakan bagaimana proses transportasi yang menghubungkan Banyuwangi dengan Bali sebelum benar-benar dilaksanakan cluster tersebut," ungkapnya. Selain itu, rapat di atas kapal laut ini juga menjadi kampanye bagi penumpang dan operator kapal laut. "Ini juga kampanye bahwa naik kapal laut juga bisa nyaman. Seperti kapal ini, ternyata ada kapal yang bersih dan nyaman," ungkap Anas. KMP Satya Lencana yang ditumpangi Bupati Anas memiliki fasilitas layak. Kapal fery ini ruang tunggunya dilengkapi pendingin ruangan, juga disediakan tempar tidur standar untuk penumpang. Selain juga ada hall untuk pertemuan. "Ada 3 kapal yang sejenis ini. Harhanya pun tidak berbeda dwngan fery lainnya. Jadi ini bisa jadi percontohan untuk operator kapal lainnya," ujar Anas. Selain untuk menjajal transportasi yang menghubungkan Banyuwangi- Bali, rakor tersebut juga membahas pemantapan program kerja pemkab untuk tahun 2017 mendatang. Salah satunya adalah pendelegasian kewenangan ke tingkat pemerintahan desa. Menurut Anas, ke depan desa harus bersinergi tanggung jawab bersama pemkab untuk mengatasi masalah warga desa. "Anggaran desa akan kami cek agar mengalokasikan dana untuk kepentingan warga desa. Misal masalah rumah tidak layak, sekarang harus ditangani desa," ujar Anas. Selain itu, Anas juga membahas banyak hal. Mulai dari masalah pertanian dan persiapan pengairan selama musim kemarau, pengembangan pariwisata yang melibatkan pihak swasta. "Tahun depan kami akan buat rumah dinggah untuk rehabilitasi mantan pengguna narkoba. Untuk sementara kita sewa dulu sembari pembangunannya selesai. Akan kita bangun juga rumah singgah untuk manula, namanya pesantren dan panti manula," pungkas Anas. (Humas)


Berita Terkait

Bagikan Artikel :