Bupati Anas: Imunisasi Halal dan Bagian dari Gaya Hidup Sehat

Selasa, 8 Maret 2016


BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas resmi mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dengan target seluruh bayi berusia 0-59 bulan di Banyuwangi tercakup vaksin polio ini. Jumlah bayi di bawah usia lima tahun itu di Banyuwangi mencapai 119.041 anak. Kegiatan imunisasi, menurut Anas, tidak sekadar kegiatan rutin, namun harus menjadi kampanye positif hidup sehat. ”Imunisasi ini tidak hanya sebatas rutinitas belaka, tapi harus menjadi bagian dari kampanye kehidupan sehat,” kata Anas saat pencanangan PIN Polio di Puskesmas Sumberberas, Muncar, Senin (8/3).

Dalam kesempatan itu, Anas bersama istrinya, Ipuk Fiestiandani, secara simbolis mengimunisasi salah seorang anak. Anas berharap, cakupan balita yang sudah divaksin polio di Banyuwangi pada 2016 bisa mencapai 100 persen, sama dengan capaian 2015 yang berhasil menembus 100 persen. Pada 2014, cakupan imunisasi berdasarkan data hanya menjangkau 95 persen balita. Adapun cakupan seluruh jenis imunisasi pada balita di Banyuwangi pada 2015 sebesar 98,5 persen. ”Ayo semuanya saling mengingatkan agar semua balita, 100 persen semuanya bisa mengikuti imunisasi,” ujar Anas.

Anas meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi yang beredar di media sosial bahwa vaksin yang digunakan mengandung babi, sehingga imunisasi bahkan sempat disebutkan haram. ”Saya buka Twitter dan bahkan di WhatsApp ada yang menyebar isu bahwa imunisasi haram karena mengandung bahan yang haram. Saya tegaskan itu tidak benar.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan halal. Lagipula, kita semua ingin anak-anak kita tumbuh sehat. Saya juga berkomunikasi dengan para tokoh agama agar dalam ceramahnya menyelipkan pesan bahwa imunisasi itu halal,” ujar Anas. Imunisasi ke depannya juga dapat diintegrasikan dengan program penguatan SDM di usia emas (0-5 tahun) yang kini sedang disiapkan oleh Pemkab Banyuwangi. ”Sehingga imunisasi ini sejalan dengan program pendidikan pranikah, pendidikan bagi ibu hamil, dan parenting yang kini sedang disiapkan semua modul dan program teknisnya,” tutur Anas.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono menambahkan, PIN dilaksanakan mulai 8 - 15 Maret 2015. Tempatnya bisa di posyandu, puskesmas, polindes, dan pos-pos yang didirikan di sejumlah titik strategis. ”Semua balita akan dapat imunisasi polio ini, baik yang belum maupun yang sudah diimunisasi polio, mereka akan divaksin juga,” ujar dr. Rio, panggilan akrab Lestariono. Untuk memastikan semua balita mendapat imunisasi, lanjut dia, kader posyandu akan mengunjungi rumah sasaran balita. ”Targetnya seluruh sasaran. Kami sudah sosialiasasi lewat Forum Komunikasi Imunisasi, yang anggotanya terdiri dari kader PKK, organisasi kewanitaan, dan kader posyandu,” jelas dr. Rio. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :