Bupati Anas Ingatkan Bahaya Sex Online
Senin, 25 Mei 2015
BANYUWANGI - Perkembangan arus teknologi informasi saat ini semakin pesat hingga ke pelosok desa dengan membawa dampak positif dan negatif sekaligus. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengingatkan ancaman bahaya sex dunia maya di kalangan pengguna aktif internet. “Dunia online bisa menjadi sarana penyebaran sex online,” kata Bupati Anas di hadapan ratusan mahasiswa Akademi Kesehatan Rustida yang menghadiri seminar bertema ‘The Danger of Sex Online’, Minggu (24/5).
Itu sebabnya, Bupati Anas mendorong peran aktif kampus-kampus di Banyuwangi untuk ikut mengkampanyekan bahaya sex online di kalangan generasi muda. Kasus merebaknya penderita HIV/AIDS di Banyuwangi, kata Anas, memiliki dua sudut pandang yang berbeda. Pertama, temuan ini karena Pemerintah Banyuwangi kian agresif mendata penduduknya yang terjangkit HIV/AIDS.
Adapun yang Kedua, kata Bupati Anas, bisa jadi penggunaan narkoba dan seks bebas mengakibatkan penderita HIV/AIDS semakin tinggi. “Lebih bagus kita terbuka saja, karena data ini sebagai dasar menutup 13 lokalisasi di Banyuwangi,” ujarnya.
Bupati Anas mengatakan,Banyuwangi saat ini memiliki fasilitas Voluntary Counseling Test (VCT) HIV/AIDS sebanyak 17 unit. Ia pun telah menyusun strategi mengantisipasi dampak buruk internet di tengah membaiknya pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi. Strategi yang dimaksud seperti menyetop pendirian tempat karaoke dan hotel melati. “Tidak ada korelasinya tempat hiburan malam dengan kenaikan investasi. Tempat hiburan malam hanya jadi media penggunaan narkoba dan miras. Sementara hotel melati dijadikan tempat short time,” kata dia.
Kebijakan ini agaknya terbukti manjur. Secara makro, Banyuwangi berhasil bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur dengan indikator kenaikan realisasi arus investasi setiap tahun. Pada 2010, realisasi investasi masuk tercatat di bawah Rp 1 triliun. Adapun tahun 2014 menyodok ke angka Rp 3,4 triliun. Begitu pula kekuatan APBD Banyuwangi. Tahun 2010, APBD Banyuwangi hanya Rp 1,2 triliun, naik menjadi Rp 2,5 triliun pada 2015. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp 90,3 miliar di tahun 2010, kemudian naik menjadi Rp 283,3 miliar di akhir tahun 2014.
Mengutip survei Majalah Warta Ekonomi, kata Anas, Kabupaten Banyuwangi berhasil menempati urutan 11 dari 50 kabupaten/kota terkaya se-Indonesia atau nomor dua terkaya di tingkat Provinsi Jawa Timur setelah kota Surabaya. “Karena kami punya daya tarik investasi dan infrastruktur lengkap,” ujar Bupati Anas.
Sementara itu, pakar seksologi, Boyke Nugraha, yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut mengatakan ada tiga langkah yang mesti dijadikan perhatian oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya di lingkungan keluarga. Pertama, orang tua harus memberikan pendidikan reproduksi yang benar. Kedua, anak usia sekolah dasar disarankan tidak menggunakan gadget. “ketiga, orang tua harus memberikan pendidikan agama di lingkungan keluarga,” ujar Boyke.
Menurut Boyke, ketiga langkah ini penting untuk memberikan pemahaman pendidikan seksual di keluarga sekaligus mengantisipasi penyalahgunaan internet. Pemberian gadget sebaiknya ketika anak menginjak pendidikan di sekolah menengah pertama. “Biarkan anak-anak SD itu bermain dengan teman sebaya, mereka belum perlu handphone,” kata dia. (Humas & Protokol)