Bupati Anas Jadi Pertama yang Disensus Ekonomi

Minggu, 1 Mei 2016


Banyuwangi - Sensus Ekonomi 2016 mulai dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk juga di Kabupaten Banyuwangi. Sebagai permulaan, Minggu (1/5) Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi warga Banyuwangi yang dicacah untuk pertama kalinya. Bupati Anas beserta keluarga menjawab berbagai pertanyaan seputar potensi ekonomi. Sensus tersebut dilakukan di kediaman pribadinya di Jalan Tunggul Ametung, No.6 Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi. Turut mendampingi petugas sensus, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Amin. Bupati Anas pun menjawab satu persatu pertanyaan petugas hingga tuntas dengan telaten. "Mulai hari ini resmi sensus ekonomi dimulai. Mengawalinya, kami mulai dari pemimpin Banyuwangi, meski  hari libur. Kami mendatangi semua bangunan untuk dicacah, ada atau tidak prilaku ekonomi di tiap bangunan yang kami sasar," kata Amin. Amin mengharapkan apa yang dilakukan oleh Bupati Anas dengan membuka lebar terhadap proses sensus ekonomi ini, bisa menjadi suri tauladan bagi semua warga Banyuwangi. "Apa yang dilaksanakan oleh Pak Anas ini, saya berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat Banyuwangi," harapnya. "Sensus ekonomi ini tidak ada kaitannya dengan pajak. Semua informasi kami jaga kerahasiaannya dan tidak ada pungutan berupa apapun," imbuh Amin. Sementara itu, Bupati Anas mengatakan sensus ekonomi ini amat penting, karena  menjadi bagian penting dalam memotret perekonomian, baik dalam skala lokal maupun nasional. "Sensus ini saya kira penting untuk mengetahui seberapa besar potensi ekonomi. Sehingga, nantinya, data tersebut dapat menjadi acuan pengambilan kebijakan ekonomi," ungkap Anas. Lebih lanjut, Bupati Anas menghimbau kepada seluruh masyarakat Banyuwangi untuk berpartisipasi aktif dalam sensus yang diadakan setiap sepuluh tahun sekali. "Saya imbau kepada warga Banyuwangi untuk bisa memberikan data seakurat mungkin, sehingga bisa mendapat potret ekonomi secara utuh dan komprehensif," pinta Anas. Sensus yang dilaksanakan per 10 tahun sekali - di tahun berakhiran enam - ini dimulai sejak tanggal 1 Mei 2016 dan berakhir pada 31 Mei 2016. Di Banyuwangi sendiri ada 300 ribu lebih pelaku ekonomi yang menjadi target sasaran sensus. Sedangkan untuk petugas sensus, BPS Banyuwangi mengerahkan 2.570 petugas. (Humas)


Berita Terkait

Bagikan Artikel :