Bupati Anas Jajal Rute Jalur Sepeda Dalam Kota

Kamis, 6 Februari 2014


BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyiapkan jalur jalan khusus sepeda. Trek sepeda ini akan diluncurkan pada Maret mendatang. Jalur sepeda ini paralel dengan Gerakan Sedekah Oksigen yang sedang digalakkan di Banyuwangi di mana tujuannya adalah untuk mengurangi beban polusi udara.

            "Jalur khusus pesepeda adalah komitmen kami untuk mewujudkan green transportation, hemat dan bikin sehat," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seusai menjajal rute jalan khusus pesepeda, Kamis pagi (6/2/2014).

            Rute yang dilalui Bupati Anas beserta pejabat teras pemkab ini, diawali dari Pendopo Jalan Sri Tanjung – menuju Jalan PB Soedirman - Susuit Tubun – Diponegoro – Dr Soetomo – Pierre Tendean - Kolonel Sugiono – Letjen Soetoyo – Jalan A Yani menuju kantor pemkab. 

            Bupati Anas menambahkan, di negara-negara maju, infrastruktur jalur khusus sepeda sangat efektif mengurangi polusi. "Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menggunakan sepeda saat pergi beraktivitas. Khususnya, bagi pegawai pemkab yang rumahnya relatif dekat dari kantor” tutur Bupati Anas.

            Transportasi bersepeda ini, kata Bupati Anas, ini merupakan sebuah terobosan jangka panjang yang membawa manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan. "Saya baca penelitian Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum, ternyata 70 persen pencemaran udara itu di wilayah pusat kota berasal dari aktivitas kendaraan bermotor," kata Bupati Anas.

            Terkait rencana rute, saat ini Pemkab Banyuwangi tengah melakukan persiapan untuk operasional rute agar aman dan nyaman dilalui para pesepeda. Dinas Perhubungan bekerja sama dengan kepolisian menentukan rute-rute khusus pesepeda, termasuk menentukan marka dan jalur sebelah mana yang akan dipatenkan menjadi jalur sepeda. “Untuk rute sedang dimatangkan. Sudah ada titik-titik yang pasti seperti sepanjang Jalan Soedirman. Kita pastikan semua siap saat diluncurkan Maret mendatang. Jalurnya ada di kiri, kira-kira 1-2 meter dari jalur utama,” kata Bupati Anas.

            Di Banyuwangi, saat ini juga sudah tidak diperbolehkan mengepras pohon untuk membangun jalan ganda atau double way. Bupati Anas mengatakan, pembangunan jalan tak akan bisa menandingi kecepatan pertumbuhan kendaraan bermotor. Sehingga, Banyuwangi lebih memilih untuk memperbanyak dan merawat pepohonan.

            "Orang lebih suka banyak ruang terbuka hijau, banyak taman. Ini ilmiah lho, saya baca jurnal ada penelitian dari Inggris bahwa masyarakat lebih bahagia tinggal di daerah yang hijau. Orang yang tinggal di daerah yang hijau lebih minim potensi kecemasan atau depresinya," kata Bupati Anas.

            Selain menjajal cycling track, kesempatan tersebut digunakan Bupati Anas untuk melihat kondisi jalanan dan trotoar kota. "Ini juga sarana buat saya untuk ngecek kondisi trotoar dan jalan yang perlu dibenahi," pungkas Bupati Anas. (Humas Protokol)  



Berita Terkait

Bagikan Artikel :