Bupati Anas Jelaskan Kebijakan Pembangunan Daerah di Hadapan Mahasiswa

Rabu, 22 Februari 2017


"Kegiatan kami ini merupakan bagian dari field trip kurikulum kampus kami. Karena kebijakan publik yang sudah dilakukan Pemerintah Banyuwangi ini sudah diakui dunia," ujar Communication Manager SGPP Indonesia, Ony Avrianto Jamhari,

"Inilah alasan kami memilih alasan mengapa memilih Banyuwangi sebagai bahan studi siswa kami. Sebelumnya kami memilih Thailand dan Filipina, tahun ini cukup di Indonesia saja, di Banyuwangi," kata Ony.

Salah seorang peserta bertanya kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengenai penerapan ekowisata yang akan dikembangkan. Mengingat alam di Banyuwangi yang terdiri dari pegunungan lautan dan lahan konservasi yang dilindungi beserta habitatnya.

Ia menyebutkan salah satu contohnya adalah area Bandara Blimbingsari yang sejak lima tahun lalu telah dikukuhkan pelarangan pembangunan dalam radius 17 kilometer. Caranya dengan mengeluarkan perda pelarangan IMB di sekitar are bandara.

Sementara itu, Banyuwangi Festival (B-Fest), lanjut Anas, dipilih pemkab sebagai instrumen untuk mengkampanyekan pariwisatanya. Ada 72 agenda B-Fest yang akan digelar sepanjang tahun ini dengan menyuguhkanragam potensi wisata lokal. Mulai dari potensi wisata alam, tradisi/ kearifan lokal, seni budaya, humanisme, agraris, maritim, hingga sport tourism.

 Untuk mendukung semua kegiatan itu, pemerintah pun terus berbenah. Infrastruktur pariwisata dan peningkatan kesadaran masyarakat di sekitar destinasi wisata, menjadi prioritas utama dalam pembangunan pariwisata di daerah berjuluk The Sunrise of Java itu.

<span 13px;"="">Gelaran festival yang diadakan sepanjang tahun mencatat adanya dampak kunjungan pariwisata. Tahun 2014 kunjungan wisatawan domestik sebesar 1,07 juta dan meningkat drastis menjadi 4,07 juta pengunjung. Sementara wisatawan mancanegara pada 2014, terhitung sebanyak 45 ribu dan naik menjadi 77 ribu wisatawan tahun 2015. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :