Bupati Anas Kunjungi Farhan, Pasien Hidrosefalus

Rabu, 12 April 2017


 

BANYUWANGI - Pasien hidrosefalus asal Banyuwangi, Farhan Sanjaya berhasil dioperasi oleh tim dokter RSUD Blambangan. Farhan yang berusia 15 bulan tersebut menjalani operasi pemasangan selang Rabu pagi (12/4).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu sore tadi mengunjungi pasien Farhan. Anas yang datang bersama istrinya, Ipuk Festiandani langsung memasuki ruang pasca operasi dimana Farhan dirawat. "Alhamdulillah keterangan dari dokter operasinya tadi pagi berjalan lancar," kata Anas. Hidrosefalus merupakan penyakit dengan penumpukan cairan dalam rongga otak. Sehingga air tidak mengalir dan terus membesar. 

Dalam kesempatan itu, Anas meminta kepada warga yang mengalami kesehatan, seperti Farhan ini diharapkan sejak dini bisa membawa anaknya berobat untuk menjalani perawatan. Dengan perawatan sejak dini, peluang sembuh akan semakin besar. 

"Seringkali warga enggan dan takut membawa anaknya ke rumah sakit. Padahal saat ini, pemerintah telah menyediakan anggaran untuk penanganan semacam ini. Apabila tidak memiliki JKN-KIS, bagi kalangan tidak mampu bisa ditangani dengan Surat Pemberitahuan Miskin (SPM), sehingga biaya pengobatan dan operasi gratis," jelas Anas.

Menurut Anas, ketidaktahuan ini sering menjadi permasalahan, sehingga keluarga terlambat membawa keluarganya. "Seperti yang dialami Farhan, petugas kesehatan dari rumah sakit harus beberapa kali membujuk keluarga agar mau dioperasi. Siapapun yang melihat ada warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan, segera laporkan RT, kepala desa, camat, atau langsung lapor ke saya. Pasti kami upayakan untuk tangani," tegas Anas.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menambahkan bahwa sebelumnya pasien telah mendapat perawatan sebelumnya. Bahkan telah mendapat pemeriksaan lengkap CT scan, dan diminta untuk rutin kontrol. 

Dari data yang diperoleh dari puskesmas dan RSUD Blambangan yang pernah menangani pasien Farhan menyebutkan bahwa Maret 2016 lalu pasien menjalani CT scan, dan satu bulan kemudian kontrol.

"Sejak itu pasien tidak pernah kontrol lagi ke RSUD. Meski enggan kontrol, namun puskesmas tetap memantau kondisinya. Bahkan Februari lalu puskesmas Badean juga memantau sembari mengusahakan agar pasien ini bisa mendapatkan Surat Pernyataan Miskin untuk pembiayaan perawatannya," jelas dr. Rio - panggilan akrabnya.

Farhan selama ini tidak tinggal bersama orangtua, tapi dititipkan pada neneknya. Orangtua Farhan tinggal di Desa Pandan. Sedangkan nenek Farhan tinggal di Desa Bomo. "Kemungkinan itu sehingga Farhan jarang melakukan kontrol," kata dr. Rio.

Sementara itu, dr. Firman Adi Sanjaya, SpBS yang memimpin operasi tersebut menyatakan kondisi pasien ini saat ini secara umum stabil pasca operasi. Tim dokter melakukan pemasangan Ventriculoperitoneal (VP) shunt, menempatkan selang yang menghubungkan otak dengan rongga perut.

"Fungsinya selang ini akan membawa cairan yang diproduksi otak menuju rongga perut untuk bisa dikeluarkan dari tubuh.," jelas dr. Firman. (*)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :