Bupati Anas Langsung Besuk Sihatul, Pastikan Dapat Perawatan Terbaik

Kamis, 8 Mei 2014


BANYUWANGI – Setibanya Sihatul Alfiyah, TKW asal Plampangrejo, Cluring yang mengalami koma selama 8 bulan di Taiwan, Bupati Abdullah Azwar Anas langsung membesuk. Dengan bersepeda gayuh Bupati Anas langsung menuju ruang ICU RSUD Blambangan, dimana Sihatul mendapatkan perawatan intensif.

Sihatul diterbangkan dari Taiwan kemarin Selasa (6/5), Uul sapaan akrabnya, tiba di Banyuwangi Subuh Rabu (7/5) dan langsung dirawat di RSUD Blambangan. 

Saat melihat kondisi Uul, Bupati Anas memerintahkan tim Medis RSUD Blambangan untuk menangani Uul dengan maksimal. “Uul ini tangguh, saya melihat ada yang luar biasa. Saya menugaskan tim medis Blambangan untuk melakukan langkah-langkah medis yang terbaik bagi uul. Termasuk menyiapkan ruangan khusus Uul,” kata Bupati Anas.

Harapan kami, kata Bupati Anas, dengan dirawatnya Uul di Banyuwangi bisa memberikan keajaiban bagi kesembuhan Uul. Karena sewaktu saya ke Taiwan, saya dapat informasi untuk merangsang stimulus pendengaran perlu pedampingan keluarga. Sehingga saya saya menyarankan untuk membawa pulang Uul, tentunya atas ijin keluarga sebelumnya.

"Karena itu harapan saya, baik pihak PJTKI, tim dokter RSUD Dr Soetomo yang mengantar dari Surabaya ke Banyuwangi dan keluarga bisa ikut terus melakukan pendampingan terhadap Uul hingga pulih,” harap Bupati Anas.

Terkait pembiayaan, perawatan Uul selama ini telah ditanggung dari pihak majikan dan PJTKI, PT Sinergi Binakarya, Malang hingga proses pemulangannya. Kedua pihak tersebut telah membiayai sebesar NT$ 600. "Bila biayanya tidak mencukupi kami akan gotong royong membantu Ibu Uul ini," kata Bupati Anas. 

Sementara itu, kepulangan Uul ini disambut haru keluarga. Menurut keterangan Siti Amilatun, salah seorang Kakak Uul yang juga bekerja di Taiwan menyatakan prihatin melihat kondisi adiknya. “Mungkin ini sudah takdir adik saya gini. Melihat kondisinya, kayak gitu, lebih baik di bawa pulang, karena di sana sendiri tidak ada keluarganya, saya juga jauh. Lebih baik di bawa pulang. Saya percaya disini, mudah-mudahan di sini sembuh,” harap Siti Amilatun, yang juga ikut mengantar Uul dari Taiwan.

Sekedar diketahui, saat bekerja di Taiwan Uul berangkat dari PJTKI PT Sinergi Binakarya, Malang. Dari keterangan keluarga beberapa bulan lalu Sihatul diindikasikan mengalami perlakuan kekerasan selama bekerja di sebuah peternakan sapi perah di Taiwan.

Menurut Sutiah (50) ibu dari Sihatul, UUl mendapat perlakuan kasar dari sang majikan dengan dipukul benda tumpul oleh majikannya hingga tak sadarkan diri. Hasil diagnosa resmi membuktikan terjadi luka di bagian belakang kepala akibat benturan benda tumpul. Sihatul koma selama satu bulan di rumah sakit.

Saat itu, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, langsung menghubungi Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan untuk berkoordinasi terkait penanganan Sihatul. Bupati Anas pun bersama Kepala Dinas sempat menjenguk Uul saat dirawat di RS Rumah Sakit Tung’s Taichun Medicine Center pada Maret 2014 kemarin. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :