Bupati Anas Pamerkan Potensi Wisata Banyuwangi di Forum Investor
Kamis, 9 Februari 2017
BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak kalangan dunia usaha untuk ikut mengembangkan sektor pariwisata dan pertanian di Kabupaten Banyuwangi. Ajakan itu disampaikan Anas kepada para pelaku usaha dalam dan luar negeri yang dikumpulkan oleh Bank Mandiri dalam ajang Mandiri Investment Forum di Jakarta, Rabu (8/2).
"Saya baru saja diundang dalam Mandiri Investment Forum, berbicara di hadapan pelaku usaha dalam dan luar negeri. Ini kesempatan bagus dan langka untuk promosi. Kepercayaan dari perbankan dan dunia usaha kepada Banyuwangi tidak kami sia-siakan dengan mempromosikan potensi wisata dan pertanian, serta mengajak mereka untuk ikut mengembangkannya," ujar Anas saat dihubungi.
Anas mengatakan, sektor pariwisata dan pertanian Banyuwangi memiliki prospek yang sangat cerah. Sektor pariwisata terus tumbuh dengan kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun lalu yang mencapai sekitar 80.000 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 4 juta orang. Mereka terutama mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, seperti Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Bangsring Underwater, Teluk Hijau, dan beberapa destinasi lainnya.
Event wisata Banyuwangi Festival juga ikut menyedot wisatawan, terutama yang berskala besar seperti International Tour de Ijen, Banyuwangi Beach Jazz Festival, dan Festival Gandrung Sewu.
Banyuwangi juga banyak dikunjungi kolega pemerintah daerah lain se-Indonesia untuk studi banding seiring peningkatan kinerja Pemkab Banyuwangi yang menjadi satu-satunya kabupaten yang mendapat nilai A untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
"Jadi potensi investasi infrastruktur penunjang pariwisata seperti hotel sangat bagus di Banyuwangi. Okupansi hotel berbintang di sini rata-rata di atas 78 persen. Sekarang sedang dibangun tiga hotel berbintang lagi karena kami kerap kehabisan kamar," papar Anas.
Adapun di sektor pertanian, lanjut Anas, Banyuwangi adalah lumbung pangan dan hortikultura. Beras organik Banyuwangi telah diekspor ke banyak negara, dan punya potensi untuk terus dikembangkan. Demikian pula potensi komoditas hortikultura, seperti manggis, jeruk, buah naga, dan durian merah.
"Banyuwangi telah ditetapkan sebagai sentra jeruk nasional oleh Kementerian Pertanian. Durian merah kami juga makin banyak diminati, sampai inden untuk membelinya," kata Anas.
Untuk itu, Anas mengajak para pelaku usaha ikut mengembangkan sektor wisata dan pertanian di Banyuwangi. Sejumlah peluang masih terbuka lebar. "Di antaranya untuk pengembangan club beach for women dan Pulau Tabuhan. Juga untuk pabrik pengolahan komoditas pertanian. Kami terbuka lebar dan siap memberi banyak kemudahan bagi dunia usaha," pungkas Anas. (humas)