Bupati Anas Sahur dan Buka Bareng dengan Petugas Kebersihan sampai Juru Air

Sabtu, 2 Juli 2016


<span 1.6em;"="">BANYUWANGI - Di hari terakhir masuk kerja sebelum cuti bersama Lebaran, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menemui para petugas kebersihan, pedagang pasar, penyuluh pertanian, dan penyuluh pengairan (juru air pertanian) di tempat yang berbeda sejak sahur hingga buka bersama, Jumat (1/7).

Saat sahur, Anas menemui sekaligus sahur bersama dengan pedagang Pasar Blambangan Banyuwangi. Anas menyampaikan, dirinya akan menggelar dialog terbuka dengan pedagang pasar usai Lebaran untuk menjaring aspirasi terkait rencana pembangunan pasar tersebut.

"Pembangunan pasar itu berbeda, harus ada pendekatan khusus dengan para pedagang pasar. Misalnya saat awal didata jumlah pedagangnya 100, namun saat pasar selesai dibangun ternyata jumlah pedagangnya sudah nambah 150. Ini yang juga jadi masalah," ujar Anas.

Untuk itu, lanjut dia, dialog ini digelar juga untuk mencari solusi bersama tentang permasalahan klasik yang biasanya timbul saat pembangunan sebuah pasar. "Paling tidak, 3 kali saya akan dialog langsung dengan para pedagang sebelum pembangunan pasar dimulai. Sampai akhirnya kita dapat titik temu bagaimana pasar ini nantinya berdiri dan beroperasi," ujar Bupati Anas.

Pasar tersebut akan dibangun pada 2017 menggunakan dana APBN dari Kementerian Perdagangan. "Anggarannya Rp 36 miliar. Pemkab Banyuwangi menyediakan APBD untuk membiayai pra pembangunannya,"  kata Anas.

Lalu Anas juga menemui para petugas kebersihan sebagian besar yang merupakan tenaga honorer. Anas menyampaikan terima kasih atas dedikasi para petugas kebersihan. "Wajah Banyuwangi pertama kali tampak dari kerja bapak dan ibu semua," ungkap Anas.

“Meski THR baru cair, jangan lupa senyum terus,” imbuh Anas sembari berkelakar yang disambut riuh tawa para petugas kebersihan.

Kemudian Anas berbuka bersama dengan juru air pertanian, penyuluh pertanian, dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) di Bendung Setail Teknik yang berada di Kecamatan Genteng.

”Terima kasih untuk para jogo tirto, para juru air yang mengatur pengelolaan sumberdaya air hingga sampai ke petani. Bapak-bapak semua berperan sangat penting dalam mengembangkan sektor pertanian. Tugas Bapak-bapak sangat mulia, ini pekerjaan dunia dan akhirat. Untuk teman-teman HIPPA, mohon maaf jika pelayanan air selama ini ada kekuranga. Ke depan terus diperbaiki dengan berbagai upaya,” ujar Anas.

Bendung Setail sendiri mengaliri 24 desa dengan luasan baku sawah 5.711 hektare. Memiliki lebar 59 meter, dengan debit tertinggi 6606 meter kubik per detik, debet terendah 1149 kubik per detik, dan memiliki luas baku sawah 5711 hektare. Terdapat 24 HIPPA yang menikmati pelayanan air dari bendung tersebut.

 

Anas menambahkan, Bendung Setail Teknik yang dibangun sebelum 1950 tersebut bakal terus dilengkapi.Bersinergi dengan pemerintah pusat, akan dilakukan penambahan tampungan air baik kecil maupun besar.

”Akan dibangun embung besar dan embung kecil. Untuk embung besar dengan tampungan di atas 1 juta meter kubik, dibangun embung Lider dan Kedawang. Sedangkan untuk embung kecil yang mampu menampung 1000 meter kubik-1 juta meter kubik akan dibangun di 11 tempat,” ujarnya.

"Satu embung di Sidomulyo sudah dibangun. Saat ini tengah dibangun embung Samidin," pungkas Anas. (humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :