Bupati Anas Serahkan Kunci Bedah Rumah Warga
Senin, 5 Oktober 2015
BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menyerahkan kunci rumah warga yang telah dibedah rumahnya. Penyerahan itu dilakukan Senin (5/10) di rumah Rusmiyati (70), warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu.
Dalam kegiatan ini, Bupati Anas langsung membuka rumah Rusmiyati yang telah dibedah. Rumah berukuran 4 x 6 meter ini terlihat bagus. Dengan tembok bercat kuning dan plesternya abu-abu gelap, sementara gentengnya terbuat dari asbes. Saat memasuki rumah Bupati Anas juga memeriksa ruangan di dalam rumah sampai dapur.
“Seneng ya bu, sekarang rumahnya sudah bagus. Ini dijaga kebersihannya, biar rumahnya tetap bagus dan bersih,” kata Bupati Anas.
Selain itu Bupati Anas juga menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada pengusaha atau pihak-pihak yang telah mendukung program bedah rumah ini. “Terima kasih kepada pengusaha atas partisipasinya. Semoga semakin banyak pengusaha mau memberikan CSR-nya. Ini adalah potret kegiatan yang sangat harmonis antara pemerintah dan swasta,” kata Bupati Anas.
Rumah Rusmiyati awalnya berlantaikan tanah, berdinding anyaman bambu, dan beratapkan genteng rapuh. Setelah dibedah, kini rumah Rusmiyati tersebut menjadi lebih bagus. Temboknya telah diganti dengan tembok batako, lantainya sudah diplester dan atapnya telah diganti asbes. “Alhamdulilah saya sekarang punya rumah bagus. Kalau dulu dengan dinding gedhek (anyaman bambu) banyak lubang disana-sini, saya jadi gampang masuk angin. Sekarang tidak lagi,” kata Rusmiyati.
Bedah rumah Rusmiyati ini merupakan salah satu program Festival Bedah Rumah yang digelar Pemerintah. Dalam hal ini pemerintah melibatkan sejumlah pihak, baik swasta maupun instansi vertikal untuk terlibat dalam program ini. Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Suyanto Waspo Tondo W, sejak dilaunching Festival Bedah Rumah awal tahun lalu, telah dibedah 1.300 rumah warga miskin. Dengan berbagai bantuan dari sejumlah pihak. Salah satunya, rumah Rusmiyati ini yang dibedah oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Milan. Selain rumah Rusmiyati, KSP Milan juga membedah 32 rumah lainnya yang tersebar di 13 kecamatan dengan nominal per warga Rp 10 juta. (Humas & Protokol)