Bupati Anas Siap Bantu Sertifikasi Aset NU
Sabtu, 13 Desember 2014
BANYUWANGI- Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas merespon positif keinginan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banyuwangi perihal bantuan sertifikasi aset NU yang tersebar di kabupaten setempat. Karena jenis bantuan ini belum masuk nomenklatur APBD 2015, Bupati Anas akan merogoh kocek pribadi untuk mengurus sertifikat aset 200 bidang tanah pada tahap awal.
"Pengurusan tanah wakaf agar dapat sertifikat ini pasti kami bantu. 200 bidang dulu dari saya pribadi. Urusan kades dan camat, saya yang bantu koordinasikan. Mohon untuk support Badan Pertanahan Nasional (BPN)," kata Bupati Anas di sela-sela puluhan peserta sosialisasi sertifikat tanah wakaf NU, Ahad (13/12). Selain PCNU Banyuwangi, kegiatan sosialisasi diikuti oleh PCNU Situbondo, BPN Banyuwangi, kantor Kementerian Agama Banyuwangi, dan KUA se Banyuwangi.
Ia mengakui, uluran bantuan ini di luar kontrak jamiyah sekaligus bentuk kepedulian pada salah satu organisasi kemasyarakatan NU di Banyuwangi. Menurut Bupati Anas, bantuan tidak harus menyasar langsung ke partai politik dalam bentuk fisik dan duit semata. Ia berpandangan sebaliknya. Bantuan wajib dikucurkan lewat basis masyarakat langsung. "Membantu partai harus lewat basisnya. Cara berpikirnya harus diubah. Basis masyarakatnya dulu diperkuat, baru partai dengan sendirinya akan kuat," ujarnya.
Bupati mengingatkan kembali supaya pengurus takmir masjid menggunakan dana kas internal untuk kegiatan produktif, tidak hanya merenovasi tampilan fisik masjid. Ia mencontohkan jika takmir masjid mengantongi duit kas Rp 400 juta, agar digunakan membeli sawah dan menyewakan sawah itu atau menggarapnya sendiri. Hasilnya dibuat membiayai keperluan masjid, termasuk membayar petugas kebersihan masjid.
Agaknya permintaan Bupati Anas seiring gerakan jeding resik atau toilet bersih pada 2015. Bupati Anas ingin tiap masjid di Banyuwangi memperhatikan kebersihan toilet. Gerakan ini selaras pula dengan penetapan masjid sebagai salah satu destinasi pariwisata di Bumi Blambangan. Nuansa Islami pun kian kental seiring himbauan kepada pemilik hotel supaya menyediakan sajadah dan Al-quran di tiap kamar hotel.
Ia telah meminta pada travel agent agar memasukkan masjid dalam rute destinasi pariwisata. "Karena tahun 2015 ada gerakan jeding resik atau toilet bersih, termasuk di masjid-masjid. Jadi harus ada petugas kebersihan masjid juga, semoga dibantu NU," kata Bupati Anas dihadapan puluhan alim ulama dan pengurus Majelis Wakil Cabang PCNU Banyuwangi.
Untuk membuktikan ucapannya, dia mengingatkan bahwa dalam tayangan video Discover Banyuwangi ada pesan tersirat yang disampaikan ke publik. Contohnya, sepenggal cuplikan yang menggambarkan kegiatan surfing di Pulau Merah dilatari puluhan wanita berkerudung. Pesan dari gambar ini, kata Bupati Anas, menegaskan pariwisata yang dikembangkan di Banyuwangi tetap memperhatikan norma agama dan kearifan lokal yang berkembang.
Begitu pula saat seorang eksekutif muda wudlu di masjid Baiturrahman. Aksi ini menyiratkan pesan untuk tidak lupa menunaikan ibadah sholat sekaligus mempromosikan masjid sebagai destinasi pariwisata. Tempat ibadah pura, klenteng, dan gereja yang tampil selanjutnya mengandung makna bahwa Banyuwangi menghormati perbedaan keyakinan. "Film ini sederhana tapi luar biasa pesannya," kata dia.
Selain itu, ia menambahkan Pemkab Banyuwangi berkomitmen memperkuat jaringan infrastruktur Teknologi Informasi, disamping infrastruktur fisik lain. Kini sedang digarap pembangunan serat fiber optic se Banyuwangi hasil dari dana CSR PT Telkom senilai Rp 10 miliar. Ke depan, Bupati Anas berkeyakinan bahwa keunggulan suatu daerah dilihat dari penetrasi jaringan IT. Di Kabupaten Banyuwangi saat ini tersebar 1.500 titik WiFi. Atas kerja keras semua sektor ini, Banyuwangi diganjar berbagai penghargaan nasional.
Ketua PCNU Banyuwangi, Masykur Ali, berharap sertifikasi aset NU di Banyuwangi bisa rampung pada 2016. Minimal pada akhir tahun 2015, kata dia, pengurusan sertifikat menyentuh 75 persen. Ia menginstruksikan agar setiap masjid dan mushala diberikan logo NU untuk mengantisipasi penyerobotan aset.
Tak lupa, Masykur Ali juga mengapresiasi kinerja positif Bupati Anas yang berhasil membangun Banyuwangi lebih maju. "Mengurus wakaf untuk mendapatkan sertifikat ini penting. Semoga Pemkab Banyuwangi membantu lewat APBD, ini memang di luar kontrak Jamiyah dengan Bupati Anas," kata Masykur Ali.
Usulannya disokong oleh Mustain, Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan PWNU Jawa Timur. "10 tahun lalu banyak aset warga NU berpindah tangan karena sertifikatnya tidak diurus. Apalagi sekarang ada lembaga pendidikan Islam yang tidak mau menyanyikan lagi lagu Indonesia Raya. Padahal NU tidak demikian, NU ini menerima asas tunggal Pancasila," Mustain mengingatkan.
Sosialisasi disisipi dengan penandatanganan kesepahaman (MoU) sertifikasi tanah wakaf NU antara Bupati Banyuwangi, PCNU Banyuwangi, BPN Banyuwangi, Kantor Kemenag Banyuwangi, dan PCNU Situbondo. (Humas & Protokol)