Bupati Anas Siapkan Tiga Jurus Hadapi Tantangan Ke Depan

Rabu, 24 Februari 2016


<span 1.6em;"="">Banyuwangi – Untuk pertama kalinya semenjak dilantik pada 17 Februari lalu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyampaikan pidato resmi pertamanya dihadapan ribuan warga Banyuwangi. Bertempat di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Rabu (24/2) Anas yang didampingi oleh wakil bupati, Yusuf Widiyatmoko, menguraikan tentang langkah-langkah makro yang akan dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi.

Di antaranya yang menjadi fokus pembahasan Anas dalam pidatonya, adalah solusi untuk menghadapi beragam tantangan yang akan Banyuwangi hadapi. Anas menengarai tantangan Banyuwangi meliputi beragam sektor. Mulai dari disparitas (kesenjangan) antara penduduk kaya dan miskin, infrastruktur, pengembangan SDM, narkoba, hingga masalah kebudayaan.

Anas juga mengingatkan akan kerasnya persaingan global. Banyuwangi tidak hanya akan bersaing secara regional antar kabupaten ataupun secara nasional. Namun, menurut Anas, Banyuwangi sekarang berada dalam kancah persaingan global. “Penghargaan UNWTO beberapa waktu lalu yang diterima Banyuwangi adalah salah satu bukti bahwa Banyuwangi telah masuk dalam persaingan global,” ujarnya.

Menghadapi tantangan dan persaingan tersebut, masyarakat Banyuwangi harus menyiapkan beragam jurus. Ada tiga jurus yang Anas urai dihadapan Forpimda, SKPD, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ormas, Aktivis dan beragam lainnya. Tiga jurus tersebut merupakan bagian dari New Public Management yang Anas sitir dari buku.

Jurus pertama yang harus Pemda Banyuwangi siapkan adalah inovasi. Kebiasaan birokrasi yang stagnan dan tidak suka dengan inovasi dan improvisasi, menurut Anas, harus segera dihilangkan. “Birokrasi tidak boleh lagi stagnan. Program tahun kemarin, kembali dilakukan di tahun berikutnya, tanpa adanya inovasi, itu harus dihapuskan,” paparnya.

Kedua, jurus yang harus dilakukan oleh Pemda Banyuwangi dalam menghadapi tantangan dan memenangkan persaingan adalah dengan melakukan beragam terobosan. Anas mencontohkan tentang terobosan yang dilakukannya dalam kepemimpinan sebelumnya. Ia berhasil melakukan renegoisasi dengan investor tambang Tumpang Pitu. Dalam renegoisasi tersebut, Banyuwangi berhasil mendapatkan golden share berupa saham 10 persen tanpa delusi.

“Kami berhasil mendapatkan golden share dari tambang Tumpang Pitu berupa saham 10 persen tanpa delusi. Ini merupakan satu terobosan dan merupakan yang pertama di Indonesia,” jelasnya.

Bagian penting lainnya yang menjadi jurus Banyuwangi adalah networking (jaringan). Anas menguraikan betapa pentingnya jaringan dengan beragam elemen untuk kemajuan suatu daerah. Prestasi yang dihasilkan Banyuwangi dengan segala capaiannya merupakan salah satu wujud dari manfaat networking tersebut. “Mohon maaf, jika saya acap ke luar kota. Ini tak lain hanya upaya kami membuka networking bagi Banyuwangi,” aku Anas. (Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :