Bupati Anas Tantang Kampus Support Data bagi Pemerintah

Kamis, 26 Januari 2017


Banyuwangi - Kinerja pemerintah yang baik menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tidak cukup hanya dengan faktor kepemimpinan. Tetapi, seorang pemimpin yang baik pengambilan kebijakannya harus pula berbasis data. Untuk itu, Bupati Anas mengajak kepada perguruan tinggi untuk menyiapkan data bagi kebijakan pemerintah. 

"Sehebat apapun leader (pemimpin), jika data yang diambil salah, maka akan gagal kepemimpinan tersebut," ungkap Anas pada Forum Silaturahmi Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se-Jawa Timur di Universitas 17 Agustus 1945, Kamis (26/1).

Di hadapan para wakil rektor berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Timur itu, Bupati Anas mengajak kepada perguruan tinggi untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyediakan data. Dengan data tersebut, perguruan tinggi dapat berkontribusi menyelesaikan persoalan rakyat.

"Kampus harus mampu bantu kami. Jika kampus tidak terlibat dalam penyediaan data, maka kampus selamanya hanya akan berada di menara gading," kata dia.

Pemkab Banyuwangi sendiri, ungkap Anas, selama ini telah menjalin berbagai proyek penelitian dengan melibatkan seluruh kampus di Banyuwangi. Bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi, banyak hasil riset PT berhasil menyelesaikan problematika masyarakat.

"Ada belasan penelitian tiap tahunnya dari kampus di Banyuwangi yang bermanfaat bagi penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Seperti halnya hasil penelitian dari kampus Untag Banyuwangi yang melakukan penelitian terkait dengan pengelolaan buah naga," ungkapnya.

Kerjasama penelitian dengan perguruan tinggi di Banyuwangi sendiri telah dimulai sejak tahun 2012. Pada tahun pertama terdapat 11 penelitian, 2013 ada 13 penelitian, 2014 ada 10 penelitian, 2015 ada 12 judul penelitian dan pada 2016 ada 15 penelitian. Semua perguruan tinggi dilibatkan. Mulai dari Politeknik Negeri Banyuwangi, Universitas Airlangga Banyuwangi, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas PGRI Banyuwangi, Institut Agama Islam Ibrahimi, Institut Agama Islam Darussalam, Sekolah Tinggi Islam Blambangan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Akademi Kesehatan Rustida, dan Akademi Kelautan Banyuwangi.

Dengan kerjasama antara Pemerintah dan Perguruan Tinggi ini, akan menjadi simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. "Intinya, pemerintah membutuhkan kampus, dan kampus juga butuh peran pemerintah," pungkas Anas. (humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :