Bupati Anas Wajibkan Kades Siapkan Tenaga TI di Setiap Desa
Kamis, 28 Juli 2016
BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terus berkomitmen memanfaatkan teknologi informasi dalam membangun daerah. Anas pun meminta setiap kepala desa untuk mengangkat dua orang pemuda lulusan teknologi informasi (TI) untuk mendukung pelayanan publik di desanya.
“Tidak masalah kalau kepala desanya tidak melek teknologi, yang penting saya meminta setiap kepala desa Banyuwangi untuk menghire tenaga TI agar semua pelayanan berbasis teknologi informasi berjalan dengan lancar. Honornya bisa diambilkan dari APBDes (Angggaran Pendapatan dan Belanja Desa-red)” kata Anas saat menjadi keynote speaker dalam seminar Roadshow The Nextdev Telkomsel, di aula Kampus STIKOM Banyuwangi, Kamis (28/7).
Anas mengatakan pengangkatan tenaga TI di setiap desa Banyuwangi tersebut untuk menunjang pelaksanaan program Smart Kampung. ”Smart Kampung” adalah program pengembangan desa terintegrasi yang memadukan antara penggunaan TIK berbasis serat optik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.
“Smart Kampung menjadi jawaban bagi disparitas pembangunan khususnya bidang pelayanan publik di Indonesia. Tidak hanya pembangunan di kota saja lewat Smart City yang dipritaskan tapi juga di tingkat desa. “Smart Kampung” mampu memberikan layanan yang cepat dan efisien bagi masyarakat desa yang jauh dari ibukota,” tutur Anas.
Program Smart Kampung sendiri merupakan program inovasi pemerintah kabupaten Banyuwangi untuk memajukan daerah lewat teknologi informasi. Beberapa inovasi lainnya juga lahir untuk mempercepat pembangunan daerah, mengatasi berbagai permasalahan sosial maupun untuk merespon aduan masyarakat. Seperti Banyuwangi Children Centre (BCC) yang memberikan layanan aduan khusus kererasan pada anak. Unit Gawat Darurat Kemiskinan (UGD) Kemiskinan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Banyuwangi dan Garda Ampuh untuk mengangkat anak putus sekolah kembali sekolah.
Uniknya semua inovasi tersebut memanfaatkan teknologi informasi berupa media sosial sebagai penghubung komunikasi yang mampu mempercepat respon semua permasalahan. Misalnya saat Anas merespons cepat aduan masyarakat melalui akun media sosialnya.
”Lewat media sosial dan SMS center sangat efektif untuk mendapatkan laporan dari masyarakat, terutama yang terkait masalah kesehatan. Perlu kepedulian banyak pihak, karena pasti ada hal yang terlewat dari pantauan aparatur mulai dari RT, desa, sampai kecamatan. Oleh karena itu, peran warga sangat dibutuhkan,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
”Pengaduan melalui jalur yang mudah ini menjadi alarm bagi kami, sekaligus membentuk iklim ’jangan cuma asal bapak senang (ABS)’ di lingkungan birokrasi karena masyarakat bisa mengadu langsung,” imbuh Anas.
Kemarin, misalnya, Anas merespons pengaduan adanya seorang anak kecil, Mohamad Al Muzaki yang didiagnosa menderita meningitis. Aduan masuk melalui twitter pribadi Anas pada Minggu (17/7) sekitar pukul 18.41 WIB. Anas langsung merespons dua jam kemudian dengan menyatakan, pihak kecamatan dan perangkat Dinas Kesehatan sedang menuju ke lokasi rumah warga tersebut.
”Tadi malam juga, anak kecil itu sudah dibawa ke RSUD Genteng untuk dilakukan tindakan medis,” jelas Anas.
Sebagai informasi Roadshow The NextDev 2016 sendiri akan digelar sepanjang bulan Mei hingga September 2016 di sebanyak 20 kota di Indonesia dari Banda Aceh hingga Ambon, untuk mensosialisasikan The NextDev 2016 sehingga akan ada lebih banyak lagi kawula muda berpotensi yang tergerak untuk mewujudkan Smart City di Indonesia dan menjadikan Indonesia lebih baik dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi melalui ajang kompetisi ini. (humas)