Bupati Azwar Anas Gelar Rapat Lewat Video Call

Kamis, 8 September 2016


Banyuwangi – Teknologi akan mempermudah kerja manusia. Prinsip itulah rupanya yang dipegang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Guna mengembangkan ekonomi kreatif di daerahnya, Bupati Anas melakukan rapat koordinasi bersama jajaran tim ekonominya melalui video call dengan menggunakan fasilitas LINE, Kamis (8/8).

Rapat jarak jauh tersebut dilakukan Bupati Anas usai melaksanakan sholat Subuh berjamaah di Mekkah. Sementara jajaran pemkab menerima sambungan LINE tersebut dari ruang rapat Sekretaris Daerah.

“Ini memang luar biasa, perkembangan teknologi memberikan kita kemudahan untuk melakukan koordinasi meskipun terpisah dengan jarak yang jauh. Bisa melipat jarak,” kata Anas.

Rapat tersebut diikuti oleh Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Slamet Karyanto bersama dengan beberapa Kepala SKPD. Saat rapat berlangsung, semua yang hadir nampak menyimak arahan Bupati Anas yang terlihat sedang berbicara di layar telepon milik Sekkab. Sesekali Sekkab mengedarkan telepon untuk menghadapkan layar kepada kepala SKPD yang diberikan arahan khusus oleh Anas.

“Meskipun tidak bisa bertemu muka secara langsung, namun rapat koordinasi jarak jauh ini tetap perlu kita lakukan agar program kerja bisa berjalan dengan cepat dan progressnya terukur,” ujar Anas.

Sementara itu, dalam rapat tersebut, Anas menyampaikan beberapa hal terkait program kerja yang perlu dilakukan pemkab. Salah satunya tentang langkah Pemkab untuk memajukan ekonomi kreatif di daerah.

“Saya telah koordinasi dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meminta dukungan untuk memajukan ekonomi kreatif di Banyuwangi. Pak Triawan Munaf (Kepala Bekraf-red) pun bersedia mendukung baik dari sisi penguatan SDM maupun jejaring promosi dan pemasaran yang dimiliki Bekraf,” kata Anas.

Bekraf merupakan badan pemerintah pusat yang fokus memajukan ekonomi kreatif di Indonesia. Bekraf telah merumuskan ada 16 subsektor kreatif, yaitu fashion, kriya (kerajinan), arsitektur, aplikasi-pengembangan game, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film, seni pertunjukan, seni rupa, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, televisi, dan radio.

Dari 16 subsektor tersebut, Banyuwangi sementara memilih fokus untuk enam subsektor, yaitu fashion, kriya (kerajinan), seni pertunjukan, kuliner, musik, dan desain komunikasi visual. Pilihan terhadap enam subsektor tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan Banyuwangi dan subsektor yang paling berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

“Kita akan melakukan kerjasama yang ditunagkan dalam MoU. Nantinya Bekraf akan membantu kita dengan mendatangkan ahli-ahli untuk melatih SDM kreatif Banyuwangi dan membuka jejaring pasar ke dunia global,” ujarnya. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :