Bupati Banyuwangi Berangkatkan Ekspedisi Jelajah Pantai Timur Jawa

Selasa, 11 Agustus 2015


BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas,  Selasa (11/8)  pagi  memberangkatkan tim ekspedisi Jelajah Pantai Timur Jawa. Tim yang terdiri dari para wartawan dan tim AUTO 2000 tersebut direncanakan akan mengawali perjalanan ekspedisinya mulai dari Pantai Bama yang berlokasi di Taman Nasional Baluran - Situbondo hingga finish di Pantai Sukamade yang letaknya di Taman Nasional Meru Betiri.

Direktur Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi yang mendampingi Bupati Anas mengatakan, ekspedisi ini bak gayung bersambut antara pihaknya dengan AUTO 2000. "Kami bermaksud untuk mendata kekayaan pantai yang berada di sepanjang timur Jawa, bersamaan dengan AUTO 2000 yang menawarkan diri untuk menjajal ketangguhan armadanya (Fortuner) di segala medan.
Rencananya, ujar Samsudin, ada 37 titik pantai yang akan mereka jelajahi. Tak hanya sekedar memotret dan menikmati keindahan alam, ada tujuan khusus yang mereka lakukan. Yakni mendata seluruh pantai yang ada, mulai dari dimana lokasinya berada, termasuk posisi lintang dan bujurnya, deskripsi landscape, rute menuju lokasi, hingga keunggulan pantai-pantai tersebut.           

"Nanti kami akan membukukan sejumlah pantai yang telah kami data. Tujuannya agar kekayaan pantai
kita yang luar biasa ini lebih terekspose ke dunia luar. Bahkan nantinya kita bisa bekerjasama dengan hotel-hotel dan travel agents untuk lebih menyebarluaskan potensi pantai kita ini,"tandas Samsudin.


Saat melepas keberangkatan tim tersebut, Bupati Anas memberikan apresiasinya atas langkah cerdas yang digagas Radar Banyuwangi. "Apa yang anda lakukan mudah-mudahan bisa menjadi rekomendasi, rute-rute mana saja yang menarik untuk didatangi," kata Bupati Anas.

Dengan dibukukan, tambahnya, akan sangat membantu para travel agent dan tour guide yang akan  membawa wisatawan menuju destinasi wisata berupa pantai.

Sungguh pun begitu, Bupati Anas mengingatkan, dari semua pantai yang ditemukan atau didatangi tim ekspedisi, tidak semuanya bisa digarap pemkab. Sebab, beberapa di antaranya penanganannya bukan di bawah pemkab, melainkan pihak lain seperti Perhutani atau Taman Nasional.


"Nantinya yang akan kita dorong adalah pariwisata alam. Apa pun yang ada di sana, akan kita optimalkan. Begitu pun untuk pembangunan atau perbaikan jalan. Yang bisa dibangun akan kita bangun. Tapi wisatawan mancanegara rata-rata lebih suka jalan yang rusak seperti di Alas Purwo dan Sukamade lho. Bahkan mereka juga suka berwisata di daerah yang tidak ada sinyalnya. Berbeda dengan kita atau orang kaya baru  yang lagi seneng-senengnya travelling. Kalau jalannya rusak atau tidak ada sinyal, selalu komplain,"seloroh Bupati.
 

Ekspedisi Jelajah Pantai Timur Jawa ini berlangsung mulai hari ini, Selasa (11/8) sampai Senin (17/8) mendatang. Ke-37 titik pantai yang mereka tuju antara lain Pantai Bama, Pandean, Andelan, Bengkak, Kampe, Bangsring, Tabuhan, Kelopoan, Watudodol, Bulusan.

Kemudian berlanjut ke Dermaga Cinta, Cacalan, Boom, Pulau Santen, Pantai Sobo,  Pantai Sari Rowo, Pantai Cemoro Sewu, Badean, Pecemengan, Blimbingsari, Bomo, Pantai dan Candi Kumendung. Berikutnya Minapolitan Muncar, Teluk Pangpang, Sembulungan, Slenggrong,  Teluk Banyubiru, Plengkung, Blok Bedul, Grajagan, Lampon, Pulau Merah, Pancer, Wedi Ireng, Rajegwesi, Green Bay (Teluk Hijau), dan finish di Sukamade.

Menariknya, saat ekspedisi tersebut berakhir di Pantai Sukamade, di tempat tersebut sekaligus akan diadakan upacara detik-detik proklamasi  17 Agustus, dibarengi dengan bagi-bagi surat kabar gratis kepada warga masyarakat. Apalagi, masyarakat di sekitar Sukamade cenderung sulit mengakses informasi karena letaknya yang jauh dan terpencil.  (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :