Bupati Banyuwangi Berbagi Pengalaman di Universitas Trunojoyo Madura

Rabu, 18 Mei 2016


Bangkalan - Pengembangan sektor pertanian bukan lagi sekedar meningkatkan produktivitas pertanian. Namun memberi nilai tambah pada  sektor pertanian serta memasarkan produknya menjadi hal yang penting pula. Hal itu dikemukakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional Agribisnis dan Pengembangan Ekonomi Pedesaan III di Universitas Trunojoyo, Rabu (18/5).

Anas mengatakan sektor pertanian di Banyuwangi telah menyumbangkan 36 dari total produk domestik regional bruto Banyuwangi. Hal itu dilakukan dengan upaya peningkatan produktivitas, mulai dari padi, kedelai, dan cabai. "Contohnya di kawasan utara Wongsorejo yang terkenal tandus, kita bantu mereka dengan sumur bor di lahan persawahannya, hingga panen cabainya bisa meningkat 2 kali," ujar Anas.

Ditambahkan Anas, Banyuwangi tengah meningkatkan luasan lahan pertanian organik. Saat ini telah ada 80 hektar sawah padi organik, dan akan menjadi 200 hektar. "Kita memang berkomitmen pada pertanian organik. Selain lebih sehat, pasar produk organik ini mulai ramai. Beras organik kami bahkan sudah diekspor ke Qatar, Cina, dan Amerika," kata Anas.

Saat ini di Banyuwangi terdapat dua kelompok tani yang telah mendapat sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) sebagai produsen beras organik serta menyatakan bahwa beras organik Banyuwangi dinyatakan aman konsumsi, bebas pestisida, dan pupuk kimia berdasarkan pedoman SNI 67259-2013 dan Document Internal Control System).

Untuk mempertahankan produk lokal, Anas mengeluarkan kebijakan melarang penyediaan buah-buah impor di setiap acara yang digelar pemda. "Ini salah satu bentuk proteksi kami agar buah lokal kami tidak tergerus buah lokal. PNS yang menggelar acara atau yang akan berkunjung ke saudaranya  kami sangat anjurkan menggunakan buah lokal," ujar Anas.

Selain itu, lanjut Anas, untuk pemasaran produk pertanian di Banyuwangi telah menggunakan marketplace, www.banyuwangi-mall.com. Aneka produk hasil pertanian dan olahannya, termasuk pula.beras organik dipasarkan lewat online. "Produk pertanian bisa dipasarkan dengan jembatan IT. Sektor bisnis ini harus direkatkan dengan teknologi informasi agar pemasarannya lebih luas. Apalagi tren penjualan via internet trendnya terus meningkat," ujar Anas.

Sementara itu Rektor Universitas Trunojoyo DR. Muhammad Syarif mengatakan diundangnya Bupati Banyuwangi ini lantaran sejumlah kebijakan agribisnis yang dikembangkan Banyuwangi. Mulai bagaimana pengelolaan sektor pertanian dari hulu hingga ke hilir. "Kita sengaja mengundang Banyuwangi karena untuk menjelaskan bagaimana sektor pertanian ini dikembangkan di Banyuwangi. Saya tadi lihat juga bagaimana landscape pertanian bisa dikembangkan menjadi sebuah komoditas pariwisata. Bule-bule mencoba membajak sawah. Ini penting untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian di Indonesia," kata Syarif. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :