Bupati Banyuwangi Respon Cepat Aduan Publik lewat Media Sosial
Senin, 18 Juli 2016
BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merespons cepat aduan masyarakat melalui akun media sosialnya. ”Lewat media sosial dan SMS center sangat efektif untuk mendapatkan laporan dari masyarakat, terutama yang terkait masalah kesehatan. Perlu kepedulian banyak pihak, karena pasti ada hal yang terlewat dari pantauan aparatur mulai dari RT, desa, sampai kecamatan. Oleh karena itu, peran warga sangat dibutuhkan,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
”Pengaduan melalui jalur yang mudah ini menjadi alarm bagi kami, sekaligus membentuk iklim ’jangan cuma asal bapak senang (ABS)’ di lingkungan birokrasi karena masyarakat bisa mengadu langsung,” imbuh Anas. Kemarin, misalnya, Anas merespons pengaduan adanya seorang anak kecil, Mohamad Al Muzaki yang didiagnosa menderita meningitis. Aduan masuk melalui twitter pribadi Anas pada Minggu (17/7) sekitar pukul 18.41 WIB. Anas langsung merespons dua jam kemudian dengan menyatakan, pihak kecamatan dan perangkat Dinas Kesehatan sedang menuju ke lokasi rumah warga tersebut.
”Tadi malam juga, anak kecil itu sudah dibawa ke RSUD Genteng untuk dilakukan tindakan medis,” jelas Anas. Dari penjelasan keluarga yang bersangkutan, gejala meningitis (infeksi selaput otak) ini muncul saat Muzaki merayakan lebaran bersama keluarganya di Banyuwangi awal Juli lalu. Oleh keluarganya, dia dibawa ke RS Al Huda Genteng Banyuwangi. Tujuh hari dirawat disana, keluarga memutuskan Muzaki pulang paksa lantaran biaya perawatan yang terus membengkak. Orang tua Muzaki sendiri adalah warga Papua.
"Tadi malam juga sudah kami bawa ke RSUD Genteng untuk segera ditangani. Dan juga kami uruskan kartu BPJS agar biaya pengobatannya ditanggung pemerintah," ujar Anas. Bahkan, pemkab juga mengeluarkan surat rekomendasi lewat Dinas Sosial Banyuwangi untuk mempercepat aktivasi kartu BPJS. "Jadi tidak perlu menunggu dua minggu, kartu Muzaki bisa segera dipakai," jelas Anas.
Sehari sebelumnya, Sabtu (16/7), Anas juga merespons cepat aduan warga terkait Juminten, warga desa Bubuk, Rogojampi, Banyuwangi yang menderita kaknker payudara. Dari penjelasan bersangkutan, permasalahan kanker payudara sudah muncul sekitar tujuh bulan lalu. Oleh keluarga disarankan ke Puskesmas, tapi yang bersangkutan takut masalah biaya. ”Kemarin, ibu itu sudah dibawa ke RSUD Blambangan untuk dilakukan tindakan medis,” jelas Anas.
Hal tersebut, sambung Anas, adalah buah minimnya sosialisasi tentang jaminan pengobatan gratis bagi warga kurang mampu. Selain itu, juga minim kepedulian untuk membantu sesama dengan mengantarkan yang bersangkutan ke Puskesmas. ”Yang pertama, saya minta maaf ke warga terkait hal ini. Kedua, saya berharap agar RT/RW responsif membantu karena yang paling dekat dengan lingkungan warga. Kalau kecamatan kan terlalu luas, sehingga pasti ada yang terlewat. Kalau peduli, sebenarnya bisa cepat tertangani karena pengobatan gratis untuk warga miskin,” papar Anas.
Anas juga menggarisbawahi, kepedulian antarwarga menjadi pilar penting untuk menyelesaikan problem. Selain melalui media sosial, Pemkab Banyuwangi juga menyediakan sarana SMS Center. Warga cukup melaporkan jika ada permasalahan. Anas mematok standar respons maksimal 4 jam atas aduan warga tersebut. ”Kecuali laporan jalan rusak tentu tidak bisa empat jam. Selain lewat akun saya @a_azwarnas, bisa lewat akun Twitter Pemkab Banyuwangi @banyuwangi_kab, karena tidak setiap saat saya buka Twitter. Kalau akun Pemkab ada administratornya,” ujarnya.
Anas mencontohkan penanganan masalah kekerasan anak melalui Banyuwangi Children Center. Warga cukup SMS 082139374444 yang kemudian masuk ke WhatsApp bupati. ”Ini efektif. Dulu, warga mau lapor kekerasan kan takut, sekarang cukup SMS. Kapan hari ada laporan masuk, ada anak sering dipukul pakai helm sama orang tuanya. Yang lapor tetangganya. Langsung kita datangi, kasih pengertian dan lain-lain, termasuk kita libatkan psikolog,” pungkas Anas. (Humas)