Bupati Beberkan Capaian Pembangunan dan Target Ke Depan dalam Musrenbangkab 2014.

Jumat, 21 Maret 2014


BANYUWANGI - Penyempurnaan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2015 telah memasuki tahap Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab). Sebanyak 722 orang dari berbagai elemen duduk bersama, Kamis (20/3), di Pendopo Shaba Swagata Blambangan.

Musrenbangkab 2014  ini dilakukan setelah melalui berbagai tahapan, mulai dari Musrenbangdes (Januari 2014), Musrenbangcam (14-27 Februari 2014), Forum SKPD (12-13 Maret 2014), dan dilanjutkan diskusi terbatas antara Forum SKPD dengan instansi vertikal dan sektor terkait lainnya (17-18 Maret 2014).                    

Bupati Abdullah Azwar Anas, dalam kesempatan itu membeberkan capaian-capaian yang telah diperoleh Banyuwangi. Termasuk pula apa yang akan diupayakannya demi kemajuan Banyuwangi ke depan. Diantaranya, mengusulkan pada provinsi agar pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) supaya segera selesai, sehingga mobilitas barang yang keluar masuk Banyuwangi tak mengalami hambatan.

Pihaknya juga menyatakan terus berupaya mendorong realisasi double track kereta api (KA). "KA jalur ganda ini penting. Sebab jika pariwisata Banyuwangi meningkat, 5 pesawat pun masih tidak bisa mengatasi, utamanya untuk meng-cover banyaknya penumpang dari Surabaya ke arah timur,"tandas bupati. Sedangkan kalau mengandalkan jalur darat, tambahnya, tidak akan cukup karena jalur pantura sudah terlalu padat dan rawan kecelakaan. "Dengan double track, jarak Surabaya ke Banyuwangi bisa dipersingkat hanya dalam waktu 2 jam," ujar bupati yang mengaku terinspirasi double track yang menghubungkan Swiss dengan Paris maupun Paris dengan Jerman, yang keduanya bisa ditempuh dalam waktu 2 jam.                              

Musrenbang mempunyai kedudukan dan fungsi yang penting dan strategis dalam mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan daerah. Terutama dalam rangka untuk meningkatkan konsistensi dan sinkronisasi kebijakan, pencapaian tujuan, sasaran, program dan kegiatan di antara dokumen perencanaan di daerah.

Secara teknis, pelaksanaan musrenbangkab  melalui beberapa tahapan seperti rapat pleno I, diskusi kelompok teknis, dan sidang pleno II. Diskusi kelompok teknis meliputi 5 kelompok yang akan membahas masalah pendidikan, kesehatan, pertanian, infrastruktur dan gabungan. Untuk anggaran kegiatan mencakup 5 bidang tersebut telah dianggarkan sebesar 1 triliun 49 juta rupiah, dengan rincian untuk bidang pendidikan sebesar Rp 37,3 miliar, Kesehatan Rp 44,3 miliar, Pertanian Rp 39,3 miliar, Infrastruktur Rp 444,1 miliar dan  Gabungan Rp 338,6 miliar.                          

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Timur yang diwakili Sekretaris Bakorwil Malang, Peni Kusdarmi. Juga jajaran Forum Pimpinan Daerah, jajaran DPRD, Sekkab Slamet Kariyono, para pejabat komponen pemkab, instansi vertikal, camat, kepala desa/lurah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, perbankan, LSM, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan tokoh masyarakat. (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :