Bupati Bertemu Para Relawan Peace Corps

Senin, 19 Oktober 2015


 Inginkan Relawan Peace Corps  Jadi Duta Banyuwangi di Negaranya

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengundang para WNA untuk saling bertukar pikiran di pendopo Kabupaten, Senin (19/10). Mereka adalah relawan (volunteers) Peace Corps yang ditempatkan untuk mengajar bahasa Inggris di berbagai sekolah di Banyuwangi.

Peace Corps adalah program unggulan Pemerintah Amerika Serikat dalam menjembatani budaya dan membangun pemahaman yang lebih besar di tingkat masyarakat. Sukarelawan Peace Corp tinggal dan bekerja di dalam komunitas selama dua tahun. Mereka belajar bahasa, mengembangkan pemahaman dan apresiasi budaya.

Di Banyuwangi sendiri, terdapat 13 relawan Peace Corps yang memulai penugasannya sejak tahun lalu. Namun karena kontrak mereka sebagian besar telah berakhir, tinggal 5 orang saja yang tersisa.

“Saya senang ada program yang mencerdaskan seperti ini. Pengennya sih kalau ada yang kontraknya berakhir, segera ada penggantinya lagi di Banyuwangi. Jadi hubungan baik di antara kita tidak terputus,” kata Bupati Anas seraya meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan, Sulihtiono untuk memasukkan nama para relawan tersebut ke dalam data base.

Lebih jauh Bupati Anas mengatakan, dirinya berharap volunteer yang telah menyelesaikan tugasnya di Banyuwangi tetap keep in touch dan bisa menjadi duta Banyuwangi di negaranya. “Dua tahun di Banyuwangi pasti banyak hal tentang Banyuwangi yang diserap. Saya harap kawan-kawan ini bisa mempromosikan Banyuwangi saat kembali ke negaranya,”harap Bupati Anas di depan para relawan yang sudah fasih berbahasa Indonesia tersebut. Bahkan, bupati juga mengajak mereka untuk lebih optimal di sektor-sektor informal.

Menanggapi hal tersebut, Vanika Spencer, Jennifer dan Craig Gelhardt, tiga di antara relawan yang hadir menyatakan rasa antusiasnya. “Kami senang ditempatkan di Banyuwangi. Disini kami bisa sharing ilmu dan mempelajari budaya Banyuwangi. Betah rasanya berada disini,”ujar Jennifer.

Jennifer dan beberapa rekannya, selama ditempatkan di Banyuwangi tak hanya berkutat dengan dunia sekolah saja. Mereka juga banyak terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi. Mulai ikut dalam pawai Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dan Banyuwangi Batik Festival (BBF) tahun lalu, gerak jalan Genteng – Rogojampi hingga BEC tahun ini.

Pertengahan Juni 2016  mendatang, mereka akan mengakhiri kontraknya di Banyuwangi. Namun sebelum kontrak itu berakhir, dengan antusias mereka menyatakan kesiapannya jika masih bisa dilibatkan dalam berbagai hal yang mengedukasi masyarakat. “Kami siap terjun ke masyarakat walau tanpa dibayar,” tukas Vanika Spencer mewakili kawan-kawannya.

Saat ini Vanika Spencer mengajar di MAN Banyuwangi. Sedangkan Jennifer Gelhardt menjadi guru di SMA 1 Srono, dan Craig Gelhardt di MAN Srono. Jen dan Craig adalah sepasang suami istri. Sementara dua orang temannya lagi, Emily Jorgenson mengajar di SMP 2 Glagah dan Akelia Burke di SMA Wongsorejo. Saat bertemu bupati, Emily Jorgenson dan Akelia Burke tidak bisa ikut hadir lantaran bertugas ke Surabaya. (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :