Bupati Buka Musrenbangkab 2015
Rabu, 18 Maret 2015
BANYUWANGI- Pemkab Banyuwangi terus memantapkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun 2016. Setelah menggelar musyawarah di tingkat desa, kecamatan dan Forum SKPD, kini semua hasil musyawarah tersebut dibawa ke tingkat kabupaten untuk dimantapkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) di pendopo Sabha Swagata, Rabu (18/3).
“Musrenbang ini penajaman beberapa program skala prioritas pembangunan di tahun 2015 dan 2016 ke depan. Ini kan juga banyak target di tahun 2014 maupun 2015 yang belum selesai. Seperti rumah sakit, bandara dan ruang publik rakyat,” kata Bupati Anas, saat membuka Musrenbangkab.
Anas pun membeberkan beberapa prioritas penekanan program untuk tahun 2016. Seperti bidang pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Dibidang pendidikan Bupati menargetkan tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah. Sedangkan dibidang kesehatan akan fokus pada peningkatan layanan jaminan kesehatan nasional (JKN) baik ditingkat puskesmas maupun rumah sakit. “Penanggulangan kemiskinan akan difokuskan pada kemudahan penyaluran kredit bagi pengusaha kecil dan menengah,” ujarnya.
Program penaggulangan kemiskinan juga dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Yakni dengan melaksanakan pelatihan enterpreneurship bagi pemuda yang terintegrasi di berbagai SKPD dengan jumlah 240 progam pelatihan. “Kita ingin lebih banyak pemuda yang memiliki jiwa enterpreneurship sehingga mereka tidak fokus pada mencari pekerjaan tapi dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” kata Bupati.
Perempuan juga menjadi fokus usulan program pembangunan. Mengingat jumlah populasi perempuan usia produktif dua kali lebih besar dari laki-laki mencapai 63 persen. “Kita ingin perempuan bisa lebih mandiri dan memiliki ketrampilan,” ujar Bupati.
Selain itu, dibidang infrastruktur pembangunan jalan akan terus dilanjutkan. Termasuk pembangunan jalan menuju bandara yang akan diperluas sampai 50 meter dengan dana dari pemerintah pusat. Bidang pengairan juga mendapat perhatian salah satunya kelanjutan pembangunan waduk bajulmati. “Bidang pariwisata juga bakal terus kita tingkatkan,” imbuhnya.
Bupati melanjutkan, suksesnya program pembangunan di Banyuwangi bukan hanya tugas pemerintah daerah, tapi juga butuh peran serta semua elemen masyarakat. Karena itu prestasi yang telah dicapai daerah, bukan keberhasilan pemerintah daerah saja, tapi hasil kerja keras bersama. “Tujuan kita adalah mewujudkan Banyuwangi yang lebih maju, sejahtera dan mandiri. Kita juga ingin setiap orang di Banyuwangi bisa bahagia,” papar Anas.
Anas melanjutkan, pembangunan daerah tidak terlepaskan dari citra daerah yang baik. Meningkatnya investasi di Banyuwangi adalah reward setelah kita berhasil menjaga citra positif daerah. “Jika citra nya bagus, baru akan ada investor” terang Anas.
Selama ini, lanjut bupati, citra Banyuwangi yang terjaga telah menghasilkan beberapa capaian pembangunan. Seperti peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, jika diakhir 2010 PDRB Banyuwangi Rp. 23,29 triliun, jumlah ini terus meningkat sebesar Rp. 35,46 triliun pada akhir 2013 dan naik lagi menjadi Rp. 40,48 di akhir 2014. “Capaian ini telah melampaui target di RPJMD yang menjadi tolak ukur kinerja pemerintah daerah,” ujarnya
Sedangkan pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Di tahun 2010, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi sebesar 6%. Angka ini meningkat lagi menjadi 7, 14% di tahun 2011 dan 7, 29% di 2012. Sedangkan pada 2013 di saat perekonomian secara nasional menurun, pertumbuhan Banyuwangi tetap berada di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan nasional di angka 6,85% dan 6,94 % di akhir tahun 2014. “Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi kita masih melampaui Jawa timur dan nasional,” ucap Bupati.
Meskipun berbagai capaian daerah menunjukkan hasil yang menggembirakan namun Pemda tetap melakukan evaluasi kinerja. Salah satunya dengan menggandeng lembaga survey independent untuk mengetahui kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemda. Hasil survey diantaranya tingkat kepuasan terhadap penyediaan fasilitas kesehatan sebesar 82,8 %. Angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 60%. Selain itu, angka kepuasan di bidang pendidikan adalah 81,3% yang juga lebih tinggi dari tahun lalu yakni 65%,” papar Anas. “Ke depan kami akan terus tingkatkan layanan demi terciptanya masyarakan yang lebih sejahtera,” cetusnya.
Sementara itu Sekretaris Badan Perencanaan Daerah Jawa Timur, Moehammad Annas mengatakan dari penjelasan Bupati tergambar bahwa perencanaan pembangunan yang dilakukan Banyuwangi sudah mencakup semua sektor. Dia juga mengamini perlunya menjaga citra daerah untuk mendatangkan investasi yang akan berujung pada terbukanya lapangan pekerjaan baru. “Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam membangun Banyuwangi,” kata Annas.
Dia juga menyampaikan pemerintah provinsi akan mensupport daerah selama usulan daerah selaras dengan program pembangunan provinsi. Apalagi Banyuwangi menjadi salah satu daerah terbaik dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus di Jawa Timur. “Pemprov akan mendukung daerah yang memiliki inovasi dan berkontribusi positif bagi provinsi Jawa Timur,” cetusnya. (Humas & Protokol)