Bupati dan Panitia Surfing Ngobrol Bareng dengan Wartawan
Rabu, 5 Juni 2013
BANYUWANGI - Senin malam (3/6), Bupati dan panitia Red Island Banyuwangi International Surfing Competition 2013 menggelar ngobrol bareng dengan wartawan di pendopo Shaba Swagata Blambangan. Kepanitiaan ini merupakan gabungan dari Pemkab Banyuwangi, Blue Fin (sponsorship), majalah surfing ‘Magic Wave’ dan Red Island Community.
Bupati Abdullah Azwar Anas yang membuka acara tersebut menyatakan, pertemuan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi segala kekurangan dalam kepanitiaan surfing kemarin. “Ini adalah pengalaman baru. Kekurangan kemarin kita evaluasi supaya ke depan jadi modal sukses untuk penyelenggaraan event serupa. Dalam suatu kegiatan ada permasalahan itu biasa, namun hal-hal kecil jika tidak diselesaikan akan menjadi besar,” kata Bupati Anas. Bupati mengatakan event ini menjadi proses pembelajaran bagi panitia, khususnya Pemkab Banyuwangi yang masih perlu banyak belajar tentang surfing. “Namun saya bersyukur, gara-gara kompetisi surfing digelar di Banyuwangi, banyak tamu dan pejabat yang datang ke Banyuwangi karena penasaran dengan Pulau Merah,”seloroh Bupati.
Sementara itu, Presiden Indonesia Surfing Association (INSA) Jro Suparta Karang didampingi Agus Lee, selaku owner Blue Fin, Piping ‘Magic Wave Surf Magazine’, dan Koordinator Juri I Ketut Menda menandaskan, gelaran Red Island Banyuwangi International Surfing Competition 2013 merupakan sesuatu yang luar biasa. “Ini adalah kolaborasi yang baik. Meski persiapannya sangat singkat, tapi kompetisi ini sukses diadakan. Saya atas nama pengurus INSA berterimakasih dan berharap ke depan kompetisi surfing ini bisa terus berlanjut,” ujar Jro.
Meski cost untuk menggelar kompetisi ini tak sedikit, Jro menegaskan pihaknya sama sekali tidak pernah berpikir bahwa banyaknya cost yang dikeluarkan sebagai suatu kerugian. “Jika ada yang harus dibayar, itu memang cost untuk mempromosikan event ini ke tingkat nasional maupun internasional. Bagi kami ini adalah investasi bagi promosi wisata Banyuwangi ke depan, utamanya yang ada hubungannya dengan surfing. Syukur-syukur nanti bisa terlacak pantai-pantai lain di Banyuwangi yang berpotensi untuk surfing,” tutur Jro bersemangat.
Tak kalah antusias dengan Presiden INSA, Piping ‘Magic Wave’ yang dari awal turut membidani lahirnya kompetisi ini menyatakan rasa bangganya lantaran desainnya soal kompetisi surfing ini bisa terlaksana dengan baik. “Saya luar biasa merinding karena gelaran surfing ini di luar ekspektasi saya, seakan-akan kami memindahkan Pantai Kuta ke Pulau Merah. Ketulusan event inilah yang menjadikannya berhasil. Di awal banyak yang mencemooh, tapi setelah sukses banyak yang kecewa kenapa tak ikut dilibatkan,”urai Piping yang mengaku banyak mendapat pujian dari koleganya. “Ini adalah event termegah dan terbesar yang menurut banyak pihak selevel dengan gelaran kompetisi surfing yang pernah diadakan di California,”pungkas Piping. (Humas & Protokol)