Bupati dan Ribuan PNS Launching Gerakan Banyuwangi Bersih dan Ramah (2BR)

Jumat, 4 April 2014


BANYUWANGI – Ribuan siswa sekolah, masyarakat umum dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Banyuwangi mengikuti launching gerakan masal Banyuwangi Bersih dan Ramah (2BR), di Pantai Boom, Jumat pagi ini (4/4). Launching ditandai dengan pembentangan spanduk bertuliskan Banyuwangi Bersih dan Ramah (2BR) oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, perwakilan PNS, tenaga harian lepas (THL) pesapon dan para pelajar yang diiringi oleh bunyi sirine.

Bupati Anas mengatakan, launching gerakan Banyuwangi Bersih dan Ramah merupakan sebuah upaya mendorong terciptanya kebersihan di Kota Banyuwangi khususnya di area Pantai Boom. Selama puluhan tahun pantai yang terletak dekat dengan pusat kota Banyuwangi ini tidak terurus dengan baik sehingga menimbulkan kesan yang kumuh.   Pantai Boom juga berpredikat sebagai pantai kotor karena budaya masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Ditambah Pantai Boom  menjadi muara beberapa aliran sungai yang membawa banyak sampah. “Tugas kita memang berat karena berhadapan langsung dengan budaya bersih  di masyarakat. Namun kita optimis dengan dukungan seluruh masyarakat, tokoh lintas agama, dan perangkat aparat, gerakan Banyuwangi Bersih dan Ramah dapat berjalan secara masal. Targetnya tahun ini Pantai Boom sudah bersih dan indah,” kata Bupati Anas.

Bupati melanjutkan, seiring dengan menumbuhkan budaya bersih di masyarakat, Pantai Boom akan terus ditata. Pantai favorit masyarakat kota Banyuwangi ini akan disulap seperti Pantai Ancol, Jakarta. Untuk mewujudkan itu arsitek penerima award dari Perancis, Adi Purnomo saat ini tengah berada di Banyuwangi untuk mendesign kawasan Boom.

Bupati menyebutkan, sebagai tahap awal telah disediakan dana Rp  800 juta untuk membenahi Pantai Boom. Beberapa pembenahan yang saat ini sedang dilakukan adalah penataan pedagang di sepanjang pinggir pantai. Bupati sempat menyampaikan terima kasih kepada para PKL yang telah bersedia mengikuti rencana penataan kawasan Pantai Boom.

Nantinya warung-warung semi permanen para pedagang tersebut akan digantikan dengan bangunan food court modern seperti di mall dengan konsep terbuka. Masing-masing food court itu akan dilengkapi dengan pantry, saluran air bersih dan saklar listrik. “Kita ingin food court dikelola oleh pedagang dengan rapi dan bersih. Namun food court ini hanya boleh diisi oleh pedagang yang saat ini sudah ada,” urai Bupati.

Selain itu beberapa pembenahan lainnya antara lain jalan aspal di sepanjang pinggir pantai akan diganti dengan paving berwarna-warni dan akan dibangun taman-taman kecil yang indah. Juga akan dibangun ruang terbuka untuk panggung kesenian. Payung-payung dengan kursi panjang seperti di Pulau Merah, juga akan menghiasi pinggir pantai Boom.

“Payung-payung ini nanti disewakan.  Yang menyewakan nanti dibagi antara Kampung Ujung dan Kampung Mandar sebagai kampung terdekat pantai,” ujar Bupati. Demi kerapian  pantai, kendaraan bermotor nantinya tidak diperbolehkan masuk kawasan pantai, yang boleh hanya sepeda kayuh. Semua kendaraan akan berhenti di area parkir yang disediakan.

Usai melaunching gerakan massal 2BR, Bupati beserta ribuan siswa sekolah dan PNS melakukan kerja bakti membersihkan Pantai Boom. Dengan berbekal kantong plastik, semua orang memungut sampah-sampah yang ditemuinya. Sebelumnya juga dilaksanakan senam bersama. (Humas & Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :