Bupati dan Wakil Bupati Cilacap Sharing Ke Banyuwangi

Jumat, 13 Oktober 2017


BANYUWANGI – Bupati Cilacap, Tatto Swarto Pamuji berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Tak hanya seorang diri, ia juga mengajak Wakil Bupati terpilihnya Syamsul Auliya Rahman beserta pejabat perangkat daerah Cilacap. Mereka datang untuk sharing (berbagi) berbagai hal untuk mengembangkan suatu daerah.  

"Hanya satu kata yang bisa kami sampaikan saat tiba di Banyuwangi, wonderful. Taman-taman publik di Banyuwangi sangat bagus dan banyak. Ternyata Banyuwangi lebih bagus dari pada yang ada di foto. Kami sudah membuktikannya,” kata Tatto saat diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Banyuwangi, Jumat (12/10).

Menurut Tatto, tidak salah jika dirinya mengajak stafnya untuk belajar banyak kepada Banyuwangi. Hampir semua program dan inovasi Banyuwangi menginspirasinya. Mulai pengelolaan pariwisatanya, sistem IT yang terkoneksi ke semua lini hingga pembangunan infrastruktur bangunan daerahnya.  “Kami tidak ingin datang sekali ini, tapi akan datang lagi untuk serius belajar ke Banyuwangi. Kalau perlu kami akan melakukan MoU dengan Banyuwangi agar Cilacap bisa seperti Banyuwangi,” kata Tatto.

Sementara itu, Bupati Anas pun yang menyambut langsung kehadiran rombongan Pemkab Cilacap ini langsung membagi pengalamannya seputar penataan dan pengembangan pariwisata di Banyuwangi. Menurut dia, kunci kesuksesan pengembangan pariwisata adalah konsolidasi antar berbagai komponen, baik pemerintah, masyarakat maupun pelaku usaha. Ketiga komponen tersebut, lanjut Anas, tidak boleh dikorbankan salah satunya. Jika itu terjadi, maka industri pariwisata tersebut akan mengalami permasalahan.

“Tidak perlu malu meng-kloning atau mem-foto copy sebuah daerah jika itu memang harus. Saya kira semua daerah bisa melakukan hal yang sama seperti Banyuwangi. Tidak ada daerah yang tidak terbangun kalau semua perangkatnya solid dan programnya terukur itu saja yang perlu jadi pedoman,” kata Bupati Anas.  

Anas juga mengatakan, pada 100 hari awal menjabat dirinya langsung membuka connectivity bandar udara (bandara) Blimbingsari. Bandara  ini bagi kami adalah pembuka kerisolasian Banyuwangi dengan daerah lain. “Setelah kita buka, awalnya hanya satu kali flight, kini bandara Banyuwangi dalam sehari ada enam flight. Tiga flight Jakarta – Banyuwangi, tiga lagi Banyuwangi –Surabaya. Jumlah wisatawan yang datang ke Banyuwangi meningkat signifikan. Pada 2016 wisatawan mancanegara mencapai 70 ribu, dan wisatwan domestik sejumlah 4 juta juta orang. Tahun 2017 ini wisman tembus 85 ribu, dan domestik 4, 5  juta orang ,” papar Anas.

Hal yang lain dilakukan Anas, adalah membangun insfratrukstur IT, bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membangun semua pelayanan publik dengan menggunakan IT. Kini di Banyuwangi terdapat sekitar 1.500 titik wifi yang dibangun di ruang-ruang publik, mulai dari taman, sekolah, puskesmas, sampai tempat ibadah. 

Selain di pendopo, Tatto juga sempat mengunjungi lounge pelayanan publik. Di dalam ruang lounge yang  disediakan empat layar komputer besar yang tersambung dengan internet, juga terdapat berbagai data seputar kinerja SKPD maupun laporan APBD daerah yang bisa diakses dengan mudah. Tatto dan rombongan tampak memantau sejumlah aktivitas di kantor pelayanan publik di seluruh Banyuwangi.

"Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi ini sangat bagus, ada front office-nya, ruangannya nyaman, interiornya moderen lengkap dengan IT yang bisa diakses oleh setiap tamu. Saya percaya Banyuwangi.  Kalau kabupaten lain mencontoh Banyuwangi pasti pelayanan publiknya baik. Ini juga yang menjadi alasan saya untuk mampir ke sini," pungkas Tatto.(*)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :