Bupati : Guru Tulang Punggung Kemajuan SDM
Jumat, 14 Agustus 2015
BANYUWANGI – Setelah sehari sebelumnya berhalal bihalal bersama para pendidik dari 11 kecamatan wilayah utara Banyuwangi di lapangan tenis indoor GOR Tawang Alun, hari ini, Kamis (13/8), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menggelar acara serupa bersama para guru dari wilayah selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Graha Sport Centre, Genteng.
Halal bihalal gelombang dua ini dihadiri ribuan guru dari 13 kecamatan, mulai dari Pesanggaran, Siliragung, Bangorejo, Purwoharjo, Tegaldlimo, Cluring, Gambiran, Tegalsari, Glenmore, Sempu, Srono, Genteng hinggga Kalibaru.
Dalam kesempatan itu, Bupati Anas mengatakan agar guru-guru di Banyuwangi tidak minder. Karena perkembangan Banyuwangi saat ini jauh lebih baik dan mulai dikenal secara nasional bahkan internasional.
“Bapak-Ibu patut bangga menjadi guru di Banyuwangi karena saat ini Banyuwangi sudah berubah, kalau dulu tidak banyak daerah yang mengenal Banyuwangi, sekarang hampir setiap hari ada kunjungan dari daerah lain yang ingin belajar ke Banyuwangi,” kata Bupati Anas.
Bupati Anas melanjutkan, negosiasi yang paling ampuh adalah prestasi. Maka usaha untuk mendapatkan prestasi tersebut harus terus ditingkatkan. Salah satunya dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), karena SDM merupakan kunci pencapaian prestasi, termasuk prestasi-prestasi yang menunjang keberhasilan pembangunan daerah. “Guru merupakan tulang punggungnya, terciptanya generasi berkualitas merupakan jerih payah dan hasil dari tangan dingin mereka,” cetus Anas.
Terbukti pada tahun ini, lanjut Anas, Banyuwangi bisa meraih UNAS tertinggi di Jatim untuk tingkat SMA. Bahkan banyak juga siswa yang mampu menjadi juara di tingkat propinsi dan Internasional. “Ini artinya kualitas SDM bukan hanya monopoli kota besar, namun juga bisa diraih oleh kota/kabupaten manapun asal pendidiknya berkualitas, buktinya Banyuwangi bisa,” ujar Anas yang langsung disambut dengan tepuk tangan para guru yang hadir di sana.
Bidang pendidikan memang menjadi perhatian utama Pemkab Banyuwangi saat ini dimana alokasi anggarannya hampir separuh dari total APBD 2015 yang sebesar 3,05 triliun. Salah satu perwujudannya adalah program Banyuwangi cerdas. Bupati Anas sempat mengatakan, untuk pemerataan pengembangan SDM, siswa penerima beasiswa yang sudah lulus kuliah akan ditempatkan di daerah terpencil Banyuwangi agar bisa menjadi motivator di daerah tersebut.
“Agar ada motivasi bagi mereka yang berada di daerah terpencil, harus ada tenaga-tenaga ahli yang ditempatkan di sana. Makanya saya berencana, penerima beasiswa yang sudah lulus kuliah akan kami tempatkan di daerah-daerah itu untuk pengabdian sebelum mereka benar-benar terjun ke masyarakat atau bekerja di tempat lain,” tandas Anas.
Dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan kepada beberapa siswa berprestasi mulai tingkat SD,SMP hingga SMA, diantaranya Imelya Afifa juara I lomba membatik tk propinsi dan Lucky Candra juara dua Jawa Timur untuk perlombaan bola voli.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono, mengatakan acara ini sebagai bentuk silaturahmi antara Bupati dengan tenaga pendidik. Sekaligus untuk memotivasi para guru untuk lebih bekerja keras memajukan pendidikan di Banyuwangi.
Seperti yang telah diketahui, Banyuwangi telah dipercaya untuk mendirikan tiga perguruan tinggi negeri. Tidak hanya itu, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini juga dipercaya untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) percontohan dengan empat jurusan unggulan, salah satunya adalah jurusan membatik. (Humas & Protokol)