Bupati Harapkan HIPMI Terlibat Aktif Dorong Tumbuhnya Kekuatan Ekonomi Baru
Sabtu, 22 Agustus 2015
BANYUWANGI – Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Banyuwangi masa bakti 2015-2018 resmi dilantik Sabtu pagi (22/8). Pelantikan dilakukan oleh Ketua HIPMI Jawa Timur, Giri Bayu Kusuma dengan disaksikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Usai melantik Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Banyuwangi, Giri Bayu Kusuma mengatakan, pihaknya berharap, pengurus HIPMI Banyuwangi bisa menjadi aktor yang berperan aktif dalam menggerakkan perekonomian Banyuwangi. “Banyuwangi adalah BPC ke 28 dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Semoga dengan berdirinya HIPMI disini, kita bisa membentuk pengusaha-pengusaha baru sehingga ke depan ekonomi Banyuwangi semakin baik,” ujar Giri.
Giri juga melontarkan pujiannya khusus untuk Banyuwangi. “Banyuwangi itu luar biasa. HIPMI belum berdiri saja, tahun lalu kita sudah bikin dua acara besar disini. Yaitu rapat koordinasi daerah Jatim serta satu seminar besar dengan pembicara Sandiaga Uno yang menyebarkan virus-virus kewirausahaan di Banyuwangi. Apalagi HIPMI Banyuwangi sudah berdiri, pasti ke depan akan lebih hebat,”pujinya dalam acara yang diselenggarakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan tersebut.
Sementara itu, Bupati Anas menyampaikan apresiasinya terkait dilantiknya pengurus HIPMI Cabang Banyuwangi. “Saya berharap, HIPMI jadi bagian inovator pembangunan di Banyuwangi,” harapnya.
Bupati Anas kemudian membeberkan bagaimana saat ini kondisi perekonomian dunia, yang dampaknya secara langsung juga dirasakan Indonesia, termasuk warga Banyuwangi. “Kondisi perekonomian dunia saat ini trendnya mengarah pada krisis ekonomi tahun 1998. Per Februari 2015, angka pengangguran terbuka di Indonesia jumlahnya mencapai 300 ribu orang, berarti 7,45 juta jiwa atau 5,81 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Belum lagi perkembangan ekonomi Indonesia yang semakin melambat 4,7 persen pada kurun waktu enam tahun terakhir,” tutur Bupati Anas.
Tidak itu saja. Pertumbuhan penjualan perumahan di kwartal ke empat, tambah bupati, juga anjlok 40 persen, dan awal tahun ini hanya tumbuh 26 persen. Hal itu diperparah dengan naiknya kurs dollar terhadap rupiah hingga menembus angka Rp 14 ribu.
“Saya berbicara ini di depan pengusaha-pengusaha muda agar ke depan anda bisa memikirkan bagaimana cara untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi tersebut. Semoga HIPMI bisa terlibat aktif mendorong tumbuhnya kekuatan ekonomi baru,” ujarnya.
Bupati Anas juga mengingatkan betapa beratnya tugas HIPMI. Sebab nantinya HIPMI tak sekedar mengedepankan business to business saja, tapi bagaimana mengupayakan ekonomi kreatif tetap harus tumbuh. “Kuncinya ada dua. Pertama, hilirisasi komoditas,” kata Bupati Anas.
Yakni, terang bupati, Indonesia bisa menjadi produsen bahan setengah jadi atau bahan material yang sudah diproses di negerinya sendiri. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, tandas bupati, selama ini menjadi pengekspor dalam bentuk bahan mentah ke luar negeri. Dengan mendorong agar semakin banyak proses pengolahan barang mentah dilakukan di Indonesia, maka keuntungan dalam bentuk penyerapan tenaga kerja, pendapatan pajak dan lain-lain dinikmati oleh mereka yang berada di Indonesia.
Kunci yang kedua adalah pengembangan SDM. “HIPMI harus menjadi tempat untuk mengasah ilmu pengetahuan bagi pengusaha-pengusaha muda, yang nantinya bisa ditularkan kepada generasi muda lainnya. Misalnya kita berusaha mencari tahu, bagaimana Singapura yang negaranya kecil, tidak punya gunung emas, perkebunan, tapi income per kapitanya bisa tumbuh mencapai USD 50 ribu. Itu tentu butuh ilmu sehingga negara tersebut bisa sedemikian maju,” pungkasnya di depan Ketua HIPMI Banyuwangi terpilih, Suhartatik dan 54 pengurus HIPMI lainnya yang baru saja dilantik serta para pengusaha senior. (Humas & Protokol)