Bupati : Ibu Adalah Dosen Pertama di Universitas yang disebut Keluarga
Minggu, 22 Desember 2013
BANYUWANGI- Ibu merupakan dosen pertama di universitas yang disebut keluarga. Ungkapan itu dilontarkan Bupati Abdullah Azwar Anas ketika menghadiri peringatan hari ibu yang ke-85 yang diadakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Gedung Wanita Paramitha Kencana, Minggu (22/12).
Begitu pentingnya peran ibu yang mampu leading di segala lini, bupati mengaku pihaknya akan selalu melibatkan para ibu dalam menjalankan program-program pemerintah daerah. "Ibu-ibu ini hebat. Begitu cepatnya getok tular dan merespon isu, sehingga dalam waktu cepat segera terkumpul massa yang solid dan sepemahaman yang bisa diajak bekerjasama,"kata bupati.
Ibu pulalah, lanjut bupati, menjadi jawaban yang tepat bagi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini. Mulai dari bagaimana menerapkan pola hidup yang jauh dari unsur kekerasan agar anak terbiasa hidup dengan kelembutan, mengantisipasi perceraian usia dini, pendidikan pra nikah, dan sebagainya.
Sebagai ungkapan terima kasih atas peran ibu, Bupati berkomitmen, salah satunya memperbaiki ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Gedung Wanita. "Tahun 2014 nanti, RTH Gedung Wanita akan berubah menjadi ruang publik pertama di Indonesia khusus untuk wanita yang dilengkapi wifi 10 MB, dimana mereka bebas mengakses wifi hingga malam hari, dengan penjagaan khusus dari Satpol PP," tandas bupati disambut tepuk tangan para ibu.
Acara yang dihadiri ratusan ibu pengurus dan anggota GOW ini juga diwarnai dengan penyerahan trophy dan penghargaan kepada ibu-ibu pemenang lomba fashion batik dan lomba kreasi jilbab. Juga ada kenang-kenangan berupa souvenir bagi bunda kreatif, musisi Banyuwangi, dan tali asih untuk ibu pantes luwes yang terpilih hari ini. Souvenir bagi bunda kreatif ini jatuh pada Ibu Herman, yang hingga usia senjanya tetap aktif berkarya di berbagai bidang, sementara souvenir untuk musisi diberikan pada Bapak Bashir, pencipta lagu Umbul-Umbul Blambangan yang tersohor hingga ke mancanegara. Dan ibu pantes luwes yang terpilih adalah Ibu Tutut Hariadi dan Ibu Suprapto.
Usai penampilan tari Gandrung di awal acara yang dilanjutkan dengan lagu-lagu dan penampilan grup paduan suara GOW, Opera Van Osing menjadi sajian berikutnya yang apik dan mengundang gelak tawa hadirin. Diberi judul Rehana Istri Sholihah, para audiens disuguhi cerita tentang seorang gadis yang sejak kecil patuh pada orang tuanya, dan begitu dicintai kawan-kawannya karena kebaikan hatinya. Di usia dewasa hingga masa tuanya, Rehana tumbuh menjadi gadis baik dan menjadi istri yang sholihah. Drama itu dibumbui dengan unsur komedi sehingga menambah ceria suasana.
Acara ini ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Anas didampingi para ibu. Diantaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ibu Dani Azwar Anas; Ketua GOW, Ibu Minuk Yusuf Widyatmoko; Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ibu Susi Slamet Kariyono, serta para istri anggota Forum Pimpinan Daerah dan pejabat komponen Pemkab Banyuwangi. (Humas & Protokol).