Bupati Ingatkan Perlunya Waspada Terhadap Pelaku Kekerasan Anak
Senin, 29 Juni 2015
BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tidak mau melewatkan bulan Ramadhan untuk beribadah bersama masyarakat. Seperti Minggu (28/6) malam kemarin yang dilakukannya bersama masyarakat di Masjid Baiturrohmah, Dusun Mantren, Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.
Masyarakat tampak menyesaki masjid yang terlihat tua namun nyaman tersebut. Hal itu mereka lakukan, selain untuk beribadah tarawih seperti biasa, juga karena mereka mendengar orang nomor satu di Banyuwangi tersebut akan sholat tarawih bersama mereka di masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabat tersebut.
Memasuki malam ke 12 Ramadhan, Bupati Anas mengingatkan kembali perlunya bersyukur pada Allah terhadap jamaah tarawih yang hadir. “Kita harusnya banyak-banyak bersyukur pada Allah. Puasa di Indonesia termasuk pendek, yakni hanya 12 jam. Sementara di luar sana, seperti di Mekkah, umat Islam disana mengawali sahur pada pukul 4 pagi dan baru berbuka pukul 7 malam. Padahal cuacanya begitu panas berkisar 40 – 45 derajat celcius. Sama halnya dengan masyarakat muslim di Inggris yang mengawali sahur pukul 2 dini hari dan baru berbuka pukul 9 malam,” ujar Bupati Anas mengingatkan betapa beruntungnya menjalani puasa di tanah air.
Bupati juga menyatakan kebanggaannya atas kerja keras berbagai pihak sehingga nama Banyuwangi mulai harum dimana-mana. “Sekarang Banyuwangi mulai sering kedatangan tamu. Banyak tamu sama artinya dengan banyak rejeki. Ini berkat doa dan kerja keras kita yang harus terus dijaga,” katanya.
Kesempatan itu juga dijadikan sarana bagi bupati untuk mengajak semua aparat pemerintahan hingga para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. “Saat berbuka puasa dengan aparat pemerintahan di Kecamatan Rogojampi tadi, ada temuan yang disampaikan Kapolsek Rogojampi. Saat ini marak kekerasan pada anak yang dilakukan oleh anak-anak yang drop out. Karena itu dalam kesempatan ini saya minta kepada camat supaya mendata dan memantau jumlah anak yang drop out, tidak mondok maupun yang pengangguran di wilayah kerja masing-masing. Ini demi penjagaan terhadap anak-anak kita,” pesan Bupati Anas.
Usai tarawih, Bupati Anas menyerahkan bantuan sejumlah dana kepada takmir masjid untuk pembelian mesin penyedot debu (vacuum cleaner). Hal itu dilakukan agar masyarakat yang beribadah di masjid tersebut merasa nyaman dan tidak terganggu oleh debu-debu yang menempel, terutama di karpet yang menjadi alas sholat.
Bupati juga menyempatkan diri berbaur bersama masyarakat mengikuti pemeriksaan gratis yang dilakukan oleh puskesmas setempat di lokasi tarawih. Pemeriksaan gratis tersebut meliputi pemeriksaan tensi darah, cek kadar gula, asam urat maupun pengobatan penyakit ringan lainnya. Masyarakat terlihat antusias dan berduyun-duyun mendatangi stand pengobatan gratis tersebut. Apalagi beberapa di antara mereka adalah manula yang memiliki masalah kesehatan di usia tua. (Humas & Protokol)