Bupati : Kader NU Harus Connecting People
Minggu, 26 Mei 2013
BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas, menyatakan kader Nahdatul Ulama (NU) harus connecting people. “Sesuai dengan semangat janji perjuangan NU meneruskan revolusi jihad lewat pendidikan, NU harus banyak membentuk jaringan dengan masyarakat agar bisa berkembang,” kata Bupati Anas saat memberikan sambutan dalam peringatan Harlah NU ke- 90 di Taman Blambangan, Sabtu (26/5).
Bagaimana membentuk jaringan dengan masyarakat? Seiring dengan jaman, berhubungan dengan masyarakat untuk terus mengembangkan jaringan bisa memanfaatkan kemajuan Informasi Teknologi (IT) yang ada saat ini. Bisa melalui internet, facebook, twitter, android dan lainnya. Bahkan, kata Bupati untuk berdakwah saat ini juga telah banyak dilakukan para da'i dengan menggunakan IT. Diantaranya ustad Yusuf Mansur, yang berdakwah lewat media televisi dan bisa langsung berkomunikasi dengan jutaan umat tanpa harus ada di lokasi. “Inilah IT, kalau NU bertanya 15 – 20 tahun lagi apa kader NU masih ada. Itu semua tergantung dari cara guru-guru atau kader NU sendiri bagaimana cara mempertahankan eksistensi yang ditempuh,” ujar Bupati Anas.
Dikatakan Bupati Anas, peran NU yang telah banyak memberikan andil dalam dunia pendidikan diharapkan akan lebih ditingkatkan. Khusus guru-guru yang berada di lembaga Ma’arif harus bisa memanfaatkan IT dalam memajukan pendidikan. Apalagi saat ini Banyuwangi dengan Digital Society-nya yang telah terpasang 1.000 titik wifi bisa dimanfaatkan untuk mengakses berbagai informasi atau sebaliknya memberikan informasi kepada peserta didiknya. “Saya juga ucapkan terima kasih kepada lembaga pendidik yang telah memberikan adil memajukan pendidikan di Banyuwangi, IPM kita juga terus meningkat,” ujar Bupati.
Terkait kenakalan anak-anak yang terus berkembang di lingkungan pendidikan ini, Bupati Anas juga meminta tenaga pendidik khusus di lembaga Ma’arif agar mengaktifkan peran Bimbingan Konseling (BK) di sekolah-sekolah. Sehingga BK bisa difungsikan menjadi tempat yang nyaman dalam menyelesaikan masalah peserta didik. “Dengan optimalnya BK di sekolah ,Saya berharap NU bisa menjadi pioneer mengatasi kenakalan remaja saat ini,” kata Bupati.
Sekadar diketahui, Harlah NU yang ke – 90 ini, diperingati dengan menggelar apel akbar yang diikuti seluruh kader NU se Kabupaten Banyuwangi. Bertindak sebagai inspektur upacara Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Banyuwangi, Zaenal Arifin Salam. Dalam apel akbar yang digelar di Taman Blambangan ini Bupati juga didaulat memberikan penghargaan kepada para lembaga pendidikan yang telah berhasil mengembangkan, membangun dan memberi warna baru di dunia pendidikan. Diantaranya, SMK Al-Azhar dan SMK Gajah Mada Banyuwangi serta TK Al-Buchori Genteng. Harlah ditutup dengan atraksi unjuk gelar drum band Gema Taruna Bakti, dari SMP Taruna Bakti Tegaldlimo. (Humas dan Protokol)