Bupati Resmikan Jembatan Karangmulyo – Kecamatan Tegalsari

Jumat, 16 Oktober 2015


BANYUWANGI – Setelah beberapa waktu lalu meresmikan Jembatan Wiroguno di Kecamatan Gambiran dan Jembatan Kedung Ringin – Wringin Putih di Desa Kedung Ringin, Kecamatan Muncar, hari ini, Jumat (16/10), giliran Jembatan Karangmulyo - Kecamatan Tegalsari yang diresmikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Sebelum dibangun seperti sekarang, dahulunya Jembatan Karangmulyo adalah jembatan gantung dengan konstruksi modifikasi antara kayu dan bambu. Namun karena dihantam banjir pada tahun 1943, jembatan tersebut terputus. Akibatnya, selama 71 tahun,  masyarakat Desa Barurejo-Kecamatan Siliragung, untuk menuju Desa Karangmulyo-Kecamatan Tegalsari harus memutar lewat Dusun Sumberurip di Desa Barurejo, kemudian memutar lagi lewat Dusun Blok Agung dengan jarak kurang lebih 4 kilometer.

Dengan fasilitas baru ini, warga Desa Karangmulyo-Kecamatan Tegalsari bisa lebih mudah dan cepat menuju Desa Barurejo – Kecamatan Siliragung. Bahkan jarak yang ada bisa dipangkas, sebab mereka tidak perlu lagi harus berputar jalan.

Bupati Anas mengatakan, jembatan yang mempunyai panjang 40 meter, lebar 6,7 meter dan mampu menahan beban hingga 30 ton ini merupakan salah satu jembatan prioritas yang harus dibangun oleh pemda. Karena dulunya hanya berupa  jembatan gantung yang terbuat dari kayu dan bambu. Awalnya,  jembatan tersebut lebarnya hanya dua meter dan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Sehingga akses masyarakat sedikit terhambat.

“Dulu saya sering mendapat keluhan dari warga yang rata-rata mengeluh karena harus berputar jauh untuk menuju desa tetangga. Jadi pembangunan jembatan ini diprioritaskan, agar konektivitas kedua desa  bisa terhubung dengan cepat. Apalagi sekarang kendaraan roda empat juga bisa lewat sini, ” kata Bupati Anas.

Saya berharap, lanjut Bupati, dengan peresmian akses baru ini anak-anak sekolah yang dulu harus muter, sekarang bisa lebih dekat. Selain itu, koneksi di bidang pertanian, perdagangan serta pendidikan antar desa juga bisa maksimal.

Sementara itu Kepala Dinas PU, Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, Mujiono, menambahkan pembangunan jembatan memakan waktu selama dua tahun. Tahun 2012 dengan anggaran Rp 3 miliar dan tahun 2013 Rp 277,3 juta. Total anggaran untuk jembatan yang ini Rp 3,4 miliar.

“Jembatan ini dibangun dengan struktur bangunan menggunakan girder dengan jaminan dari pabrik selama 3 tahun. Jadi kalau ada kegagalan konstruksi selama kurun waktu tersebut, akan langsung diganti,”kata Mujiono.

Dalam peresmian Jembatan Karangmulyo tersebut, juga dilakukan secara simbolis peresmian jembatan yang lain. Yakni Jembatan Karangdoro  yang juga terletak di Kecamatan Tegalsari.

Sebelum ada jembatan ini, jika masyarakat Tegalsari ingin menuju Dusun Blokagung, Desa Karangdoro dan Desa Dasri harus memutar melalui Jembatan Gladag Ireng dengan jarak 4,5 km. Jembatan yang dibangun pada 2012 ini memiliki panjang bentangan 25 meter dan lebar 7 meter. Total anggarannya Rp. 2,08 miliar. Dengan rincian Rp. 1,8  miliar di tahun 2012, dan 196,5 juta pada tahun ,2013.  (Humas & Protokol )

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :