Bupati Resmikan Unit Donor Darah PMI
Rabu, 25 Maret 2015
Untuk Tingkatkan Kualitas & Ketersediaan Darah
BANYUWANGI – Kebutuhan darah di Banyuwangi terus meningkat setiap tahunnya. Karena semakin meningkatnya permintaan, maka harus diikuti dengan kualitas darah yang sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi terus membenahi sarana dan prasarana yang lebih lengkap dan gedung yang lebih memadai. Yakni dengan membangun gedung baru Unit Donor Darah (UDD) yang lebih representatif. Sebelumnya kantor PMI terletak di Jalan Kartini. Kini, gedung baru UDD berlokasi di Jl. Mawar No. 34 Penataban, Giri. Gedung baru tersebut diresmikan oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Rabu (25/3).
Berdirinya gedung baru dengan peralatan yang lebih lengkap tersebut mendapatkan apresiasi dari Bupati Anas. “Saya berharap dengan keberadaan gedung baru UDD ini, produktifitas penyediaan darah di Banyuwangi bisa meningkat, sehingga kebutuhan darah tercukupi,” ujar orang nomor satu di Banyuwangi ini.
Untuk mendongkrak persediaan darah ke depan, Bupati Anas meminta agar PMI punya cara-cara baru untuk merekrut calon pendonor. Misalnya dengan memanfaatkan media sosial (medsos). "Medsos seperti facebook dan twitter bisa menjadi sarana sosialisasi manfaat donor darah. Sekaligus sebagai media informasi bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darah dan membutuhkan darah," tandasnya.
Apa yang diungkapkan Bupati Anas mendapatkan respon positif dari Wakil Ketua PMI Jawa Timur, Widyatmoko yang hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan PMI Banyuwangi sudah bagus. Bahkan Banyuwangi punya beberapa pendonor tetap yang rutin mendonorkan darahnya setiap 3 bulan sekali. “Usulan bupati untuk mensosialisasikan manfaat donor darah via medsos itu ide yang brilian dan patut ditindaklanjuti. Selama ini Banyuwangi merupakan salah satu penyuplai darah tetap untuk jejaring Jember guna memenuhi kebutuhan darah se-karesidenan Besuki,”pungkas Widiyatmoko.
Gedung baru UDD Banyuwangi ini letaknya cukup strategis. Yaitu dekat dengan RS Yasmin dan RSUD Blambangan. Lokasinya yang tidak jauh dari rumah sakit tersebut mudah dijangkau masyarakat yang membutuhkan darah. Ruangan gedung ini sudah memenuhi standar ketentuan UDD. Antara lain Ruang AFTAP (ruang pengambilan darah dari pendonor), yang di sebelahnya terdapat ruang tunggu yang nyaman.
Berbagai laboratorium juga tersedia. Pertama, laboratorium LMCTD yang dilengkapi alat pengolahan darah terbaru. Alat ini berfungsi untuk men- screening 4 penyakit seperti HIV, Hepatitis B dan C serta Syphilis. Kedua, laboratorium komponen darah yang gunanya untuk pengolahan darah lengkap, cell darah merah, liquid plastma dan trombosit. Ketiga, laboratorium uji cocok serasi untuk mengecek keserasian darah donor dan pasien.
Untuk diketahui, pada tahun 2014, jumlah produksi darah di Banyuwangi sebanyak 16.668 kantong. Jumlah itu untuk memenuhi kebutuhan di 14 Rumah Sakit (RS) / Rumah Sakit Ibu dan Anak ( RSIA)/ Rumah Bersalin (RB), 6 Klinik dan beberapa PUSKESMAS inap. Dengan adanya UDD yang dilengkapi peralatan pengolahan darah yang lebih canggih, darah yang diberikan berkualitas sangat baik dan siap diberikan kepada pihak yang membutuhkan. (Humas & Protokol)