Bupati Sampaikan LKPJ 2010-2015 Kepada Anggota DPRD
Rabu, 22 April 2015
Di akhir periode jabatannya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan pertanggung jawaban kinerjanya kepada para anggota DPRD. Setelah minggu lalu menyampaikan LKPJ tahun 2014, kali ini bupati menyampaikan LKPJ selama periode lima tahun jabatan yakni 2010-2015, di gedung DPRD Selasa (21/4).Pada penyampaian LKPJ ini bupati menyampaikan berbagai Capaian kinerja yang dicapai oleh Pemkab.
Bupati mengatakan, dibidang pendidikan yang menjadi prioritas pertama pembangunan daerah, berbagai capaiannya menunjukkan hasil yang positif. Hal ini ini terlihat antara lain dari Angka melek huruf (AMH) pada tahun 2013 mencapai 88,44 persen lebih tinggi dari kabupaten Jember (83,79%), Lumajang (86,63%) dan probolinggo (80,95%). Untuk angka rata rata sekolah mencapai 7,25, lebih tinghi dari kabupaten Malang (7,08), Jember (6,80), Lumajang (6,52), dan Probolinggo (6,31). Angka partisipasi sekolah juga tinggi mencapai 98,08 persen untuk Sd, 83,8 persen untuk SMP Dan 79,77 persen untuk tingkat SMA. "Berkat dukungan semua pihak kami juga telah berhasil menghadirkan instrumen pendidikan tinggi negeri seperti penegrian Politeknik Banyuwangi, pendirian Universitas Airlangga Banyuwangi dan hadirnya sekolah pilot negeri. dan untuk melebgkapi itu semua tahun depan juga akan berdiri sekolah maritim pelayaran internasional di daerah yang kita cintai ini," tutu Anas
Capaian kinerja prioritas kedua yakni bidang kesehatan juga menunjukkan hasil yang positif, seperti usia harapan hidup meningkat dari 67,58 pada 2010 menjadi 68,8 pada 2013. Sedangkan persentase balita gizi buruk juga dapat ditekan dari 1,97 persen pada 2010 menjadi 1,7 persen pada 2013.
Di bidang pertanian produktivitas padi mampu mencapai 65,06 kuintal perhektar di tahun 2014, sedangkan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB meningkat dari 46,59 persen apada 2011 menjadi 49,7 persen pada 2014.
Kinerja di Bidang pariwisata juga mengalami kenaikan yang signifikan. Upaya promosi yang dilakukan pemkab melalui Berbagai even di Banyuwangi festival maupun promosi berbagai destinasi wisata unggulan daerah telah menunjukkan kemajuan yang nyata. Kunjungan wisatawan domestik meningkat drastis dari 401.968 orang pada 2011 menjadi 1.955.308 pada 2014. Begitu juga dengan kunjungan wisatawan mancanegara meningkat drastis dari 42.938 orang menjadi 78.483 orang pada 2014. Bahkan pada beberapa spot destinasi wisata Seperti Pulau Merah, Teluk Ijo, Kawah Ijen dan Pantai Boom kunjungan wisatawan meningkat empat kali lipat (357,1%) dari 444.906 orang di 2011 menjadi 2. 033.791 orang pada 2014. " Belanja wisatawan mancanegara rata rata perhari mencapai Rp. 3juta sehingga perputaran uang mencapai Rp. 235,4 milyar ini belum termasuk pengeluaran wisatawan domestik," ujarnya.
Selain itu sektor wisata yang dikemas dalam even Banyuwangi Festival juga mampu memberikan multiplier effect dengan meningkatnya hunian hotel, Tumbuhnya industri kreatif dan meningkatkan jumlah penumpang pesawat. " Laporan dari PHRI pada akhir pekan dan ketika even even bfest hunian hotel penuh. Peningkatan hunian hotel ini mencapai 67,9 persen. Sedangkan penumpang pesawat di bandara Blimbingsari meningkat 10 kali lipat (1021%) dari 7826 penumpang di 2011 menjadi 87.742 penumpang pada 2014. Sementara sektor UMKM dan industri kreatif mampu menyerap 501 ribu tenaga kerja," terang Anas.
Sementara itu di bidang infrastruktur konsistensi pemkab dalam membangun jalan sepankang 300 KM per tahun telah membuat panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik meningkat sebesar 95 persen di 2014. Panjang jalan yang memiliki trotoar dan drainase mencapai 25.740 KM di 2014. "Penataan transportasi dan tata ruang banyuwangi berbuah pengharhaan Wahana Tata Nugraha dari Kemenhub RI dan pengjargaan pengendalian ruang yerbaik dari kementrian pekerjaan umum," imbuhnya.
Pembenahan birokrasi juga tak luput dari prioritas yang dilakukan oleh Anas. Ini dapt terlihat dari capaian indeks kepuasan layanan masyarakat yang meningkat dari 76 pada 2010 menjadi 79,85 pada 2014. Penegakan perda meningkat dari 9 persen di 2011 Menjadi 96,47 persen pad 2014. " efisiensi kinerja pemkab juga tetus dilukan dengan memanfaatkan teknologi dimana sistem informasi manajemen pemkab meningkat dari 8 aplikasi menjadi 15 aplikasi pada 2014," ujar Anas.
Anas melanjutkan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah PDRB perkapita juga meningkat signifikan dari Rp.14,97 juta pada 2010 menjadi Rp. 25,50 juta pada 2014 atau meningkat sebesar 70 persen. Demikian pula dengan perkembangan investasi yang mengalami kenaikan signifikan dari Rp. 272,61 milyar pada 2010 menjadi Rp. 3,438 triliun pada 2014.
Ini seiring dengan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang juga terus naik. Pada 2010 IPM Banyuwangi sebesar 68,89 naik menjadi 71,02 pada 2013. Angka ini berada diatas rata rata kabupaten lain di Jawa Tinur seperti Malang, Probolinggo,pasuruan , Lumajang, Jember dan Bondowoso. " pada 2013 angka kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 9,57 Persen," cetusnya.