Bupati Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD 2017

Senin, 14 November 2016


BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan nota pengantar Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 dalam paripurna  yang digelar di ruang rapat DPRD Banyuwangi, Senin (14/11). Ini menyusul ditandatanganinya nota kesepakatan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara), Selasa (8/11) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan struktur APBD Banyuwangi 2017.

Disampaikan Bupati Anas, berdasarkan  kerangka ekonomi makro yang telah dibahas dan disepakati bersama Pemerintah Daerah dan DPRD, APBD tahun 2017 disusun sebagai upaya pemerintah melakukan berbagai langkah, terutama untuk mendorong ekonomi, meningkatkan kinerja perbankan, serta meningkatkan gerak dan transaksi ekonomi.

Oleh karena itu, lanjut Bupati Anas, seluruh proyeksi  baik pendapatan, belanja  maupun pembiayaan, diharapkan dapat secara efektif  menstimulasi  pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan menurunkan angka kemiskinan di Banyuwangi.

”Kita akan terus berupaya meningkatkan, menggali, dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD), agar kapasitas fiskal kita semakin kuat untuk mencapai sasaran pembangunan,” kata Bupati Anas dalam paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Yusieni, itu

Bupati pun menjelaskan secara gamblang proyeksi struktur APBD Banyuwangi tahun 2017 nanti. Pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp. 2,762 triliyun. Pendapatan daerah itu bersumber dari PAD yang direncanakan sebesar Rp. 386,617 miliyar; dana perimbangan Rp. 1,960 triliyun; dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp. 413,750 miliyar. Sedangkan komposisi belanja daerah sebesar  Rp. 2 ,943 triliun.

Adapun komposisi pembiayaan, imbuh dia, terdiri dari Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan. Direncanakan, penerimaan pembiayaan akan diterima  sebesar Rp. 181 milyar. Ini  berasal  dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya. Sedangkan untuk pengeluaran  pembiayaannya nihil.

”Belanja daerah  tahun anggaran 2017 dilaksanakan dan diarahkan pada peningkatan proporsi belanja yang memihak pada kepentingan publik, terutama  dalam pemenuhan kebutuhan dasar, disamping tetap menjaga eksistensi penyelenggaraan pemerintahan. Sehingga, penggunaannya harus mengedepankan prinsip ekonomis, efisiensi dan  efektivitas sesuai dengan prioritas,” terang dia.

Ditambahkan dia, Banyuwangi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 berada pada posisi 6,06 hingga 6,31 persen. Upaya yang akan ditempuh untuk mewujudkannya, Banyuwangi akan mengubah strategi ekonominya. Misalnya dengan menciptakan destinasi wisata dan spot-spot selfie baru yang akan mengerek traffic wisatawan ke daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Selain itu, pemkab juga akan terus menyempurnakan kemasan Banyuwangi Festival sebagai salah satu daya tarik dan ajang promosi budaya Banyuwangi yang ujungnya akan mampu menggerakkan ekonomi daerah.

Menurut bupati, dampak tingginya kunjungan wisatawan bisa dilihat dari tingkat hunian hotel dan penggunaan jasa transportasi. Saat kunjungan tinggi, hotel-hotel akan mengalami high season. Ini biasa terjadi pada akhir tahun karena banyak instansi yang menggelar pertemuan di Banyuwangi. Sebaliknya, saat awal tahun banyak hotel yang mengalami low season.

”Kondisi ini akan coba kita kendalikan dengan menggeser beberapa even B-Fest ke waktu-waktu low season. Sehingga, saat sedikit instansi yang menggelar meeting ke Banyuwangi, hunian hotel tetap bisa tinggi dengan hadirnya wisatawan yang ingin menyaksikan gelaran B-Fest,” pungkas Bupati. (Humas).

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :